Page 36 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 48 - 27 November 2022)
P. 36
RENUNGAN HARIAN GKIA
MENGHAYATI PENGGENAPAN JANJI ALLAH DENGAN
MERANGKUL SESAMA Sabtu |3 Desember 2022
DOA
M
1 Ya Bapa, tolonglah kami agar menemukan Engkau di hadapan sesama kami, agar dalam merangkul, merawat dan
mengasihi mereka, kami dapat menemukan sukacita dan kemuliaan-Mu. Dalam Nama Yesus, Amin
M
2 Matius 25:31-36, 40
Ayat mas:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang
paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40).
M
3 Siapakah yang dimaksud Yesus sebagai “Saudara-Ku yang paling hina ini”?
P Di sepanjang kehidupan-Nya, Yesus senantiasa hadir bagi orang-orang yang berkekurangan, orang yang terasing, kaum liyan,
E dan mereka yang lemah serta mengalami kehancuran. Kali ini di dalam perumpamaan tentang penghakiman terakhir, Yesus
N menyatakan hadirat-Nya dalam sosok “yang hina ini”.
D Baik mereka yang dipuji karena memelihara Anak Manusia maupun mereka yang dikutuk karena tidak peduli, memberi
A tanggapan yang sama tentang penghakiman Anak Manusia. Mereka bertanya, Tuhan bilamanakah kami…? Atau sederhananya,
L Tuhan kapankah kami…..? Mereka menunjukkan bahwa mereka terkejut dengan pernyataan Yesus karena yang mereka
A harapkan adalah Anak Manusia akan datang dalam kekuatan, kuasa, dan kemuliaan. Tetapi Yesus di dalam perumpamaan ini
M bahkan di dalam masa-masa sengsara-Nya menunjukkan wajah yang berebeda, Ia hadir dalam kelemahan, kerentanan,
A kehancuran dan rasa malu.
N Mengapa Yesus melakukannya? Mengapa Yesus tidak hadir dalam tampilan layaknya seorang Raja yang duduk di istana yang
sangat megah dalam kuasa dan kekuatan-Nya? Jawabannya adalah: Justru Yesus hadir dengan cara yang relate (terhubung)
dengan kehidupan kita, Ia datang untuk menemui kita dalam kebutuhan kita. Ia datang bukan sekadar untuk memberi
kehidupan kekal setelah kematian, namun Ia juga hadir untuk mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dunia ini, Ia hadir untuk
mewujudkan shalom.
Shalom (damai sejahtera) selalu mencakup dua aspek:
Pertama, kesejahteraan lahiriah yang artinya cukup sandang, pangan, papan (pakaian, makanan, tempat tinggal) dan juga sehat
(hal ini bisa kita lihat dalam cara hidup yang ditekuni oleh Jemaat Perdana di dalam Kisah Para Rasul 4:32-35, yang beruntung
menolong yang kurang beruntung).
Kedua, relasi atau hubungan yang harmonis dengan Allah, diri sendiri, sesama dan dengan sekalian ciptaan.
Kehadiran Kristus untuk menggenapi janji Allah kiranya dapat kita hayati dengan meneladani cara hidup-Nya
selama di dunia ini, yaitu dengan merangkul setiap orang yang lemah, rentan, dan menderita seraya kita pun menjaga
hubungan yang harmonis baik dengan Allah, diri sendiri, sesama dan sekalian ciptaan.
“Iman Injili yang murni tak’kan tidur, yang t’lanjang diberi sandang,
yang susah dihiburkan, yang lapar diberi makan, orang asing ditampung.
Yang susah timpang dilayani, juga janda dan piatu, Iman Injili yang murni,
yang terluka t’ruskan dibebat, dilayani dengan lembut.”
Kalimat di atas merupakan penggalan lirik dari sebuah lagu yang berjudul ‘Iman Injili.’ Lagu ini mengajak
setiap kita untuk menghidupi Iman Kristen yang sejati. Dan sadarilah bahwa setiap hari kita dapat menemukan hadirat Tuhan
yang hidup dan nyata ketika kita merangkul dan memenuhi kebutuhan sesama kita serta memenuhi kebutuhan kita secara
bergantian.
Selama seminggu ini kita telah belajar untuk melakukan God’s “to do” List yakni daftar yang harus kita
lakukan dalam pertumbuhan iman kita, di antaranya merangkul peluang untuk bertumbuh lebih dekat dengan Tuhan,
menjangkau orang lain, serta tinggal dalam kebenaran dalam upaya merawat diri sendiri dengan lebih baik.
Kiranya Roh Kudus terus menolong kita untuk memanfaatkan setiap hari yang Tuhan anugerahkan dan menjalani hidup yang
sepenuhnya. (MDR)
M Hayatilah Firman Tuhan hari ini bersama rekan KOMIT Anda dan buatlah komitmen bersama untuk menghidupi Iman
4 Injili yang murni. (Anda bisa merencanakan kegiatan sosial bersama atau membuat janji iman untuk membantu
sekelompok orang [anak-anak di panti asuhan], atau orang yang Anda rasa perlu Anda tolong.)
M Berdoalah supaya Tuhan memberi hati yang terbuka kepada Anda sehingga Anda dapat selalu menemukan hadirat
5 Tuhan yang hidup dan yang nyata ketika Anda merangkul orang-orang yang membutuhkan.
36

