Page 30 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 47 - 20 November 2022)
P. 30

RENUNGAN HARIAN GKIA



               GOD’S MASTERPIECE (MAHAKARYA ALLAH)                               Senin |21 November 2022


   M     DOA
   1     Bapa di Surga, tolonglah kami agar dapat memiliki identitas diri yang benar dan senantiasa hidup sebagai mahakarya
         Allah. Amin.
   M
   2     Efesus 2:10; Kejadian 1:31; Mazmur 8:4-5; 139:13-14

         Ayat mas:
         “Karena kita ini buatan Allah, …” (Efesus 2:10).

   M
   3     Siapakah diri kita menurut Rasul Paulus dalam Efesus 2:10?

   P     Setiap orang hidup dengan identitas diri, yaitu sebuah kesadaran akan siapa dirinya sendiri. Identitas diri dalam
   E     hidup ini sering dipengaruhi oleh ‘apa kata dunia.’ Dunia cenderung menilai seseorang dari bentuk fisik, cara
   N     berpakaian, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, popularitas, dan lain-lain. Hal-hal tersebut bukanlah
   D     identitas kita yang sejati.
   A                   Identitas yang sejati hanya ditemukan dalam Firman Tuhan. Rasul Paulus dalam Efesus 2:10
   L     menunjukkan identitas diri yang sejati dengan menariknya pada asal-usul kejadian manusia. Ia berkata, “Karena
   A     kita ini buatan Allah, ….” Istilah “buatan Allah” dalam bahasa aslinya diterjemahkan sebagai God’s masterpiece atau
   M     mahakarya Allah. Sebuah mahakarya adalah karya utama, yang terbaik, teristimewa, dan sangat berharga.
   A     Kejadian 1:31 menunjukkan ekspresi kepuasan Allah setelah selesai menciptakan manusia. Allah melihat segala
   N
         yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik. Mengapa Allah menilai manusia sedemikian istimewa? Apakah itu tidak
         terlalu berlebihan? Bukankah itu seolah terlalu indah untuk menjadi kenyataan? It is too good to be true.
         Pertanyaan yang sama juga diajukan oleh Pemazmur dalam Mazmur 8:4-5, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-
         Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah
         anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Pertanyaan tersebut bukanlah sebuah ekspresi keragu-
         raguan, melain pernyataan syukur dan kekaguman.
         Ekspresi yang sama terlihat dalam Mazmur 139:13-14, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
         menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib
         apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”
         Pemazmur menyadari bahwa setiap bagian dari dirinya dirancang dan dibentuk oleh tangan Allah sendiri
         (handmade), dengan spesifikasi (kualitas) yang begitu luar biasa. Jadi, mahakarya mana di dunia ini yang melebihi
         buatan tangan Allah? Walaupun demikian, tidak mudah bagi kita untuk menyadari identitas diri sebagai mahakarya
         Allah.
         Kita sering merasa semua itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Kita berpikir bagaimana mungkin kita adalah
         mahakarya Allah di tengah kerusakan moral, kegagalan, keterpurukan, kekhawatiran, keragu-raguan, tekanan
         keadaan, dan berbagai-bagai penderitaan?
                       Perenungan ini hendak meneguhkan setiap kita yang sedang merasa rendah diri, tidak percaya
         diri, tidak berharga, dan bukan siapa-siapa. Mari terus menyadari bahwa kita adalah mahakarya Allah. Itu bukan
         karena kita memiliki masa lalu yang tanpa cela, kesempurnaan fisik, kecantikan/ketampanan paripurna, kesuksesan
         dalam berkarier, kekayaan berlimpah, kecerdasan istimewa, atau kesehatan yang prima.
         Kita adalah mahakarya Allah karena demikianlah Allah merancang dan membentuk kita. Kita adalah mahakarya
         Allah karena Allah sendirilah yang mengatakan demikian di dalam Firman-Nya. Kita adalah mahakarya Allah karena
         Allah melihatnya demikian.
         Itu sebabnya, sudahkah kita melihat diri sendiri dan orang lain sebagaimana yang dikatakan oleh Firman Allah,
         sebagaimana yang Allah tentukan, dan sebagaimana yang Allah lihat? Sudahkah kita bersyukur karena begitu
         tersanjung atas perbuatan Allah yang begitu dahsyat dan ajaib bagi kita?
         Sudahkah kita hidup sebagai mahakarya Allah? (Ve)

   M     Apakah yang membuat Anda merasa insecure (tidak aman) terhadap identitas diri Anda? Di manakah dan bagaimanakah
   4     kita dapat menemukan identitas diri yang sejati?

   M
   5     Mari berdoa agar setiap kita memiliki identitas diri yang benar dan senantiasa hidup sebagai mahakarya Allah.
                       IDENTITAS DIRI YANG SEJATI HANYA BERASAL DARI ALLAH                               30
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35