Page 34 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 47 - 20 November 2022)
P. 34

RENUNGAN HARIAN GKIA



            MOTIVATE ONE ANOTHER (SALING MENDORONG)                              Jumat |25 November 2022


         DOA
   M
   1     Bapa di Surga, mampukanlah kami untuk mempraktikkan hidup sebagai mahakarya Allah yang unik dan berharga, baik
         di tengah keluarga ataupun di komunitas kami. Amin.
   M
   2     Ibrani 10:24-25; Roma 12:4-5

         Ayat mas:
         “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (Ibrani
         10:24).
   M
   3     Menurut Ibrani 10:24-25, mengapa kita tidak boleh jemu-jemu berbuat baik?
   P     Pdt. Yakub Tri Handoko pernah berkata bahwa ada banyak perkumpulan ibadah Kristiani yang kurang memberi
   E     penekanan pada aspek relasi horizontal (antar sesama orang percaya). Ibadah Kristiani sering hanya dipandang sebagai
   N     pembangunan relasi vertikal (antara orang percaya dengan Allah).
   D     Hal ini terlihat dari pemilihan lagu, setting ibadah, bentuk liturgi, dan lain sebagainya. Padahal, Allah di dalam Kristus
   A     tidak menghendaki kita menjadi pribadi yang individualis, melainkan yang menjadi berkat bagi sesama melalui pekerjaan-
   L     pekerjaan baik (Efesus 2:10).
   A                   Itulah yang disampaikan oleh penulis Surat Ibrani kepada para pembacanya dan juga setiap orang
   M     percaya. Ibrani 10:19-21 menunjukkan bahwa oleh darah Yesus, kita sekarang beroleh keberanian untuk masuk ke dalam
   A     hadirat Allah yang kudus. Kristuslah yang membukakan jalan sekaligus menjadi Imam Besar dalam ibadah dan
   N     penyembahan kita.
         Oleh karena itu, kita harus menghadap Allah dalam ibadah dengan hati yang beres, yaitu yang penuh iman dan menjauhi
         kejahatan (Ibrani 10:22-23). Kita tidak hanya berhenti pada relasi yang beres dengan Allah, melainkan juga dinasihatkan
         untuk memiliki relasi yang benar dengan sesama. Relasi dengan Allah akan memengaruhi relasi kita dengan sesama.
         Relasi dengan Allah tidak berarti kita boleh mengabaikan relasi dengan sesama.
         Ibrani 10:24 menyatakan: “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam
         pekerjaan baik.” Ada dua kata kerja penting dalam Ibrani 10:24 yang perlu kita garisbawahi, yaitu “memperhatikan” dan
         “mendorong.” Kata “memperhatikan” memiliki makna mengarahkan pandangan untuk mengamati dan memahami
         secara penuh kondisi/keadaan seseorang. Sementara itu, kata “mendorong” merupakan tujuan dari tindakan
         memperhatikan.
         Kata kerja “mendorong” memiliki makna mempertajam, memprovokasi, membangkitkan, atau dengan istilah lain
         “memotivasi” seseorang untuk mengasihi dan melakukan perbuatan baik sebagaimana tujuan Allah ketika menciptakan
         kita sebagai mahakarya-Nya. Kata kerja “memperhatikan” dan “mendorong” menyiratkan tindakan yang tidak hanya
         dilakukan “sekali” atau “sesekali” saja, melainkan terus-menerus atau menjadi sebuah kebiasaan. Kedua kata tersebut
         juga diawali dengan kata “saling.” Artinya, tindakan
         “saling memperhatikan, saling mendorong” yang bersifat korporat (bersama-sama).
         Itu sebabnya, dalam Ibrani 10:25, sang penulis mengajak pembacanya untuk tidak menjauhkan diri dari persekutuan
         orang percaya. Kebiasaan menarik diri dari persekutuan saat mengalami pergumulan harus diganti dengan kebiasaan
         yang baru, yaitu saling giat menasihati satu sama lain karena hari Tuhan yang kian mendekat. Perenungan tersebut
         mengajak kita tidak hanya melihat diri kita sebagai mahakarya Allah yang berharga, melainkan juga sebagai bagian dari
         Tubuh Kristus yang istimewa (Roma 12:4-5).
         Rick Warren pernah berkata, “Seperti kaca berwarna, perbedaan karakter-karakter kita merupakan refleksi dari Cahaya
         Tuhan dalam beragam pola dan warna. Dia membentuk kita sehingga tak ada duanya – tidak satu pun dari kita
         mempunyai kombinasi berbagai faktor yang sama persis karena kita diciptakan unik dan berbeda. Ini berarti tak seorang
         pun di dunia akan dapat mengerjakan sesuatu bagi orang lain sama seperti yang dapat kita lakukan.”
         Jadi, Tubuh Kristus atau Gereja adalah tempat di mana kita dapat mempraktikkan hidup sebagai mahakarya Allah yang
         unik dan berharga. Melalui Gereja-Nya, kita dapat bertumbuh semakin mendekati rancangan Allah atas hidup kita. (Ve)
   M     Apakah Anda sudah menjadi bagian dari KOMIT di GKI Anugerah? Hal apakah yang dapat Anda lakukan untuk memotivasi
   4     seseorang—baik dalam keluarga atau komunitas—agar dapat mempraktikkan kasih dan pekerjaan baik?

   M     Mari berdoa agar setiap kita dimampukan untuk mempraktikkan hidup sebagai mahakarya Allah yang unik dan
   5     berharga, baik di tengah keluarga ataupun komunitas kita.

         GEREJA ADALAH TEMPAT MEMPRAKTIKKAN HIDUP SEBAGAI MAHAKARYA ALLAH YANG UNIK DAN
                                                  BERHARGA                                               34
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38