Page 33 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 47 - 20 November 2022)
P. 33

RENUNGAN HARIAN GKIA



               COPY GOOD PEOPLE (TIRULAH YANG BAIK)                              Kamis |24 November 2022


         DOA
   M
   1     Bapa di Surga, mampukanlah kami untuk menjaga hidup dari kejahatan dan meniru apa yang baik sebagai cerminan
         orang-orang yang mengenal Allah. Amin.
   M
   2     3 Yohanes 1:5-12

         Ayat mas:
         “Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari
         Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah” (3 Yohanes 1:11).
   M
   3     Apakah yang harus kita tiru dalam hidup ini menurut 3 Yohanes 1:11?

   P     Ada sebuah kutipan yang berkata, "Nilai terbesar dari memiliki orang-orang baik di sekitarmu bukanlah apa yang kamu
   E     dapatkan dari mereka, tetapi kamu menjadi orang yang lebih baik karena mereka” (Nishan Panwar). Kalimat tersebut
   N     menunjukkan bagaimana perbuatan baik seseorang sangat bernilai dan dapat berdampak/berpengaruh besar bagi
   D     kebaikan orang lain.
   A     Prinsip tersebut nampak dalam Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini. Surat 3 Yohanes adalah sebuah surat yang
   L     ditujukan kepada Gayus. Ia adalah seorang yang hidup dalam kebenaran (3 Yohanes 1:1-4). Ia juga biasa memberi
   A     tumpangan dan berbuat baik kepada para pemberita Injil, walaupun ia tidak mengenal mereka (3 Yohanes 1:5-6).
   M     Surat 3 Yohanes membandingkan dua orang yang bernama Diotrefes dan Demetrius. Ia menyebutkan bahwa perbuatan-
   A     perbuatan yang dilakukan oleh Diotrefes adalah kejahatan (3 Yohanes 1:9-10). Diotrefes sangat ambisius untuk menjadi
   N     orang yang terkemuka dan mengabaikan teguran yang disampaikan kepadanya. Ia juga menolak untuk menolong para
         pemberita Injil dan bahkan mencegah orang lain untuk memberi mereka tumpangan.
         Perbuatan yang lebih keterlaluan lagi adalah ia mengucilkan orang-orang yang memberi tumpangan kepada para
         pemberita Injil tersebut. Berlawanan dengan itu, sang penulis justru memuji Demetrius yang memiliki kesaksian hidup
         yang baik (3 Yohanes 1:12).
         Perbandingan tersebut disampaikan oleh sang penulis dengan tujuan untuk mendorong Gayus tetap melakukan apa yang
         baik. Ia mengatakan kepada Gayus (3 Yohanes 1:11), “Janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa
         berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.” Ungkapan "meniru
         yang jahat" berarti meng-copy atau menduplikasi sifat alamiah yang jahat, perbuatan-perbuatan yang merugikan,
         merusak dan memalukan.
         Sebaliknya, ia mendorong Gayus untuk meniru yang baik, yaitu sifat alamiah yang baik, bermanfaat, terpuji,
         menyenangkan, terhormat, dan yang sifatnya luar biasa (excellent). Hal tersebut dikarenakan perbuatan-perbuatan baik
         berasal dari Allah, yang sekaligus menunjukkan identitas orang-orang yang mengenal Allah.
         Jadi, setiap orang percaya seharusnya menjaga hidup dari segala macam perbuatan jahat dan belajar melakukan yang
         baik sebagai cerminan identitas dirinya yang berasal dari Allah. Sama seperti seorang anak yang mewarisi sifat-sifat dari
         orang tuanya, demikian pula kita sebagai orang percaya. Kita harus mencerminkan karakter Allah.
                       Perenungan kita saat ini mengajak setiap kita, sebagai orang percaya yang berasal dari Allah, untuk
         melakukan instrospeksi diri:
         *Apakah hidup kita semakin lama semakin menunjukkan kemiripan dengan karakter Allah?
         *Apakah kita lebih condong meniru apa yang baik? Atau, sebaliknya, meniru apa yang jahat?
         *Apakah kita telah setia melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidup ini?
         Walaupun dalam natur dosa, kita lebih mudah meniru apa yang jahat, namun Firman Tuhan hari ini mendorong kita
         untuk selalu meniru apa yang baik. Saat kita setia dalam melakukan kebaikan, maka kita pun dapat menjadi teladan
         kebaikan bagi orang lain. (Ve)

   M     Siapakah orang yang menjadi teladan baik bagi Anda? Kebaikan apa yang Anda tiru dari dia? Bagaimanakah Anda dapat
   4     menjadi teladan dalam kebaikan bagi orang lain?
   M     Mari berdoa agar setiap kita dimampukan untuk menjaga hidup dari kejahatan dan meniru apa yang baik sebagai
   5     cerminan orang-orang yang mengenal Allah.

                      NATUR DOSA MEMBUAT KITA LEBIH MUDAH MENIRU APA YANG JAHAT;
                         NAMUN DI DALAM ALLAH, KITA HARUS MENIRU APA YANG BAIK

                                                                                                         33
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38