Page 31 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Vol.42 - 16 Oktober 2022)
P. 31
RENUNGAN HARIAN GKIA
DENGAN MEMBERDAYAKAN KELOMPOK KECIL KITA Selasa | 18 Oktober 2022
“… bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil”
(Filipi 1:27b)
P “Kita” lebih kuat daripada “saya”.
E Ada kekuatan di dalam kemitraan, dan hal ini benar sekali ketika kita bekerja untuk memberitahu dunia tentang Yesus.
N Penginjilan selalu merupakan usaha tim, bahkan tatkala kita berpikir bahwa kita sedang bekerja sendirian. Kenyataannya,
D ketika kita membawa seseorang kepada Kristus, Roh Kudus sudah bekerja dalam hidup itu, dan orang percaya lainnya
A juga telah memberikan pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Paulus pernah menulis, “Aku menanam,
L Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Kor. 3:6).
A Kita harus “bekerja bersama sebagai kawan sekerja Allah” (1 Kor. 3:9), oleh karena “berdua lebih baik dari pada seorang
M diri” (Pkh. 4:9). Itulah nilai kelompok kecil – kelompok kecil memungkinkan kita bekerja berdampingan dalam usaha
A memimpin teman-teman dan anggota keluarga kepada Yesus Kristus. Seperti keempat orang yang membawa temannya
N yang lumpuh kepada Yesus Kristus (Mrk. 2:1-12), kita dapat saling mengumpulkan kekuatan dan dorongan saat
membawa teman-teman kita ke hadirat Yesus Kristus.
Sesungguhnya, jika kita belum pernah mengalami hak istimewa dan sukacita dalam membantu seseorang datang kepada
Yesus Kristus, maka hari ini dapat menjadi titik balik dalam kehidupan kita – dengan berskitarkan kenyataan bahwa kita
dapat membantu membawa orang lain kepada-Nya sebagai bagian dari usaha kelompok. Kita tidak perlu bekerja
sendirian; Allah memiliki maksud agar kita bekerja bersama, saling berdampingan.
Langkah pertama ketika kita berkumpul dalam kelompok kecil adalah berdoa bersama. Sebelum kita bersaksi, kita perlu
berdoa. Kita tidak mungkin berdoa untuk orang lain dan tidak merasa terbeban dengan orang yang kita doakan. Berikut
ini adalah empat cara agar kelompok kecil kita dapat mendoakan teman- teman dan anggota keluarga yang belum
percaya:
Yang Pertama, berdoalah agar diberi kesempatan untuk dapat mengadakan percakapan tentang Yesus Kristus (Kol. 4:3).
Mintalah kepada Allah agar kita diberi kesempatan untuk menceritakan Kristus kepada orang lain, dan mengundang
mereka datang ke gereja. Kita tidak perlu ragu – Allah pasti menjawab doa kita!
Yang Kedua, berdoalah agar Allah menyiapkan hati mereka yang ingin kita jangkau. Bagaimana Allah melunakkan hati
yang keras? Ia mengirimkan “hujan”. Setiap kali kita melihat seseorang berjalan mengarungi badai kehidupan, kita tahu
bahwa Allah sedang melunakkan hati orang tersebut.
Yang Ketiga, berdoalah kepada Allah agar melunakkan hati kita. Katakanlah, “Saya akan jujur, Tuhan. Saya tidak begitu
peduli terhadap orang lain. Saya hanya peduli terhadap diri saya sendiri. Saya hanya peduli terhadap rencana dan
prioritas serta keluarga saya.” Maka Allah segera akan mengisi hati kita dengan suatu “beban” yang merupakan istilah
klasik untuk menggambarkan bahwa hati kita kini sudah menjadi lembut bagi orang lain.
Yang Keempat, berdoalah agar kata-kata Yesus “beroleh kemajuan dan dimuliakan” (2 Tes. 3:1), sama seperti yang terjadi
di tengah-tengah orang Kristen awal.
Cobalah kreatif ketika kelompok kita mengundang mereka yang kita doakan: adakan pesta barbeque, menonton film
bersama, malam yang diisi hiburan permainan, menikmati hidangan pencuci mulut bersama-sama – kemungkinannya tak
terbatas. Alkitab mengatakan: “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang
ada.” (Kol. 4:5).
Berikut ini adalah doa yang dapat kelompok kecil kita pakai, yaitu : “Bapa, kami ingin Engkau menggunakan kelompok
kami untuk ‘menjangkau satu orang lagi bagi Yesus’. Pupuklah diri kami agar kami peduli terhadap orang-orang yang
belum mengenal Yesus, dan gerakkanlah kami untuk terus-menerus berdoa bagi keselamatan mereka. Kami tahu Engkau
telah membayar dengan harga yang mahal untuk membawa kami ke dalam keluarga-Mu, dan kami setuju dengan Engkau
bahwa tidak ada seorang pun yang tanpa harapan atau berada di luar jangkauan kasih-Mu. Pimpinlah kami ketika kami
menjangkau dalam Nama-Mu, dan berikanlah kreativitas kepada kami dalam melakukannya. Bapa, dengan penuh
keyakinan dan iman, kami meminta agar di tahun ini kelompok kecil kami dapat menjangkau dua puluh orang untuk-Mu.
Kami panjatkan doa kami dalam nama Yesus. Amin.”
POKOK PIKIRAN “Kita” lebih kuat daripada “saya”
AYAT HAFALAN “Hanya hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat,
dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang
untuk iman yang timbul dari Berita Injil” (Filipi 1:27)
PERTANYAAN RENUNGAN Siapakah di antara teman dan anggota keluarga kita yang mulai dapat didoakan oleh
kelompok kecil kita?
31

