Page 32 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Vol.42 - 16 Oktober 2022)
P. 32

RENUNGAN HARIAN GKIA



               DENGAN MENAWARKAN KEMURAHAN HATI                                   Rabu | 19 Oktober 2022


        “Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungutsungut” (1 Petrus 4:9)


   P     Hati yang terbuka menuntun kepada pintu rumah yang terbuka.  adalah kepunyaan bersama” (Kis.2:44).
   E     Bagi orang Kristen, kemurahan hati bukanlah sebuah pilihan, Kemurahan hati menyingkirkan kebanggaan dan tidak peduli jika
   N     melainkan sebuah perintah (Yes. 58:6-9; Luk. 14:12-14). Kita orang- orang melihat sisi kemanusiaan kita. Oleh karena kita
   D     diperintahkan untuk menunjukkan kemurahan hati – dari tidak memelihara sikap palsu, orang-orang merasa santai dan
   A     contoh Abraham, yang melihat tiga tamu suci datang merasa kita bisa menjadi temannya.
   L     mengunjunginya melintasi pasir yang membara (Kej. 18), dan Dewasa ini gereja perlu diperlengkapi dengan kemurahan hati
   A     berlanjut sampai kepada nasihat bijaksana dari Rasul Paulus yang tidak egois, penuh kasih dan suka menerima. Tanpa kita
   M     (Rm. 12:13b).                                    membangun semangat menerima orang lain dengan tulus hati
   A     Bagi sebagian orang, kemurahan hati sama alaminya seperti dalam keluarga-keluarga di gereja kita, kemurahan hati yang kita
   N     bernafas. Bagi yang lainnya, hal tersebut harus dilatih. Bagi ulurkan kepada dunia akan menjadi kemunafikan. Ketika rumah
         semua orang, anugerah tersebut harus dipelihara (1 Ptr. 4:9).  kediaman dan rumah-tangga kita sesuai dengan tujuan dan
         Pelayanan Kristus kepada dunia yang miskin, terbelenggu, buta maksud Allah yang semula, maka secara alamiah kita akan
         dan tertindas ini, dalam bentuk lainnya, juga menjadi tugas kita membuka pintu rumah bagi tetangga di sekitar kita.
         (Luk. 4:18-19). Banyak di antara kita telah diberikan sarana yang Cukup mengejutkan betapa sedikitnya jumlah orang kristen
         luar biasa yang dapat dipakai untuk melayani – yakni rumah. Jika yang memasuki kehidupan tetangga mereka. Mereka adalah
         orangorang Kristen bersedia membuka rumah mereka dan warisan paling dekat yang Allah ingin kita layani. Betapa sedikit
         menunjukkan kemurahan hati seperti yang diajarkan oleh dari kita yang berusaha mencari jalan untuk melayani tetangga
         Alkitab, maka kita dapat mempengaruhi tatanan masyarakat kita dan mengulurkan bantuan. Seringkali kekristenan resmi kita
         secara signifikan. Kita dapat memainkan peran besar dalam – pertemuan dan komitmen kita – justru membuat kita kurang
         penebusan rohani, moral dan emosi masyarakat.    dapat dihampiri oleh mereka.
         Pikirkanlah dampak yang dapat diberikan oleh gereja bagi Jika orang kristen secara bersama-sama mulai menjalankan
         masyarakat jika saja empat atau lima keluarga di setiap jemaat kemurahan hati, kita dapat memainkan peranan penting untuk
         mau peduli terhadap anak- anak yang miskin, memelihara menyelamatkan masyarakat kita. Tidak ada tempat yang lebih
         mereka dalam kasih dan membimbingnya kepada Kristus. Jika baik untuk melakukan penyelamatan pada masyarakat selain di
         sebuah daerah perkotaan memiliki seratus gereja, maka empat rumah seorang hamba Kristen; dan semakin kita membantu
         atau lima rumah dikalikan dengan seratus gereja akan orang yang terbelenggu, yang buta dan tertindas, semakin kita
         melibatkan paling sedikit empat atau lima ratus anak yang dapat menyadari bahwa di dunia yang langka kemurahan hati ini,
         diasuh.                                          rumah seorang Kristen menjadi suatu keajaiban untuk
         Banyak orang mengatakan bahwa mereka yang mengikuti dibagikan.
         Kristus tidak memiliki pengertian akan dasar-dasar kemurahan Menurut  Kamus  Webster,  definisi  untuk  hospitable
         hati. Kita telah mengizinkan dunia membentuk kita. Hiburan (=kemurahan hati/ suka menerima tamu) terdiri dari kata
         mengatakan, “Saya ingin menarik perhatianmu dengan rumah “hospice”, yang artinya tempat berlindung, dan kata “hospital,”
         saya yang indah, hiasan yang menarik, dan keahlian masak yang artinya adalah tempat penyembuhan. Pada akhirnya, inilah
         saya.” Akan tetapi kemurahan hati berusaha melayani. Katanya, yang kita berikan ketika kita membuka pintu rumah kita dalam
         “Rumah ini bukan milik saya. Rumah ini sesungguhnya adalah semangat kemurahan hati yang sejati; kita menawarkan
         pemberian dari Majikan saya. Saya adalah hamba-Nya dan saya penyembuhan.
         menggunakan rumah ini sesuai dengan kehendak-Nya.” Di bawah ini adalah beberapa langkah praktis untuk
         Kemurahan hati tidak berusaha menarik perhatian, namun menunjukkan kemurahan hati:
         melayani.                                        • Mohon kehadiran Allah pada saat kita membuka pintu rumah
         Hiburan senantiasa mendahulukan barang-barang ketimbang kita.
         orang. “Segera sesudah rumah saya jadi, ruangan tamu diberi • Perhatikan bagaimana kebiasaan kita menghalangi untuk lebih
         hiasan, penataan letak selesai, rumah selesai dibersihkan – maka bermurah hati.
         saya akan mulai mengisi rumah dengan orang. Si Anu dan si Anu • Evaluasilah karunia rohani kita dan bagaimana karunia itu
         akan datang. Saya harus membeli barang baru sebelum mereka dapat dipakai untuk menunjukkan kemurahan hati.
         datang“. Namun kemurahan hati mendahulukan orang sebelum • Jadilah tuan rumah untuk kelompok kecil.
         barang. “Kita tidak memiliki perabotan rumah-tangga; kita akan • Bergabunglah dengan seseorang dalam menjamu temanteman
         makan di lantai saja”.                           untuk suatu acara santap malam.
         Hiburan menyatakan,”Ini adalah milik saya – kamar ini, • Rangkullah kaum muda yang mendapat kesulitan.
         perhiasan ini. Lihatlah, dan kagumilah.” Akan tetapi kemurahan
         hati membisikkan kata-kata, “Apa yang menjadi kepunyaan saya

        POKOK PIKIRAN Hati yang terbuka menuntun kepada rumah yang terbuka

        AYAT HAFALAN “Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungutsungut” (1 Petrus 4:9)


        PERTANYAAN RENUNGAN Sudahkah kita mengundang tetangga berkunjung ke rumah kita akhir-akhir ini?


                                                                                                         32
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37