Page 36 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Vol.42 - 16 Oktober 2022)
P. 36
RENUNGAN HARIAN GKIA
DENGAN BERTINDAK MEWAKILI YESUS Minggu | 23 Oktober 2022
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama
Tuhan Yesus” (Kolose 3:17)
“…Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Galatia 2:20)
P Sebagai pengikut Kristus, peran kita dalam kehidupan berubah. Kita tidak lagi ditugaskan untuk mencari kepentingan diri
E sendiri. Pekerjaan kita sekarang adalah untuk mewakili kepentingan Yesus. Kita harus menjadi wajah, tangan dan kakiNya
N – menampilkan diri dalam kehidupan orang lain atas Nama-Nya. Kita mewakili Yesus di rumah sakit; kita mewakili Yesus
D di pemakaman; kita mewakili Yesus di perayaan perkawinan; kita mewakili Yesus di luar pagar rumah saat kita
A bercakapcakap dengan tetangga kita.
L Kita bukan milik dunia ini, tetapi kita ada di dalam dunia. Kita bertindak sebagai utusan Kristus (2Kor. 5:14-21); kita
A melayani kemauan Raja Yesus. Kita mengabdi sebagai juru bicara dan abdi untuk Kerajaan Allah – senantiasa siap untuk
M memberikan penjelasan tentang harapan yang kita miliki (1Ptr. 3:15) sementara masih mengingat bahwa dunia ini bukan
A rumah yang kita miliki (1Ptr. 2:11).
N Kita menjangkau orang yang belum percaya dengan cara hidup sedemikian rupa sehingga mereka bertanya kepada kita
tentang Raja yang kita wakili. Sebagai utusan-utusan Kristus, kita bekerja keras untuk memahami kebudayaan supaya
dapat menerjemahkan pesan dari Raja kita dengan cara sedemikian rupa sehingga orangorang asing di dalam Kerajaan-
Nya akan memahami perintah dan kebijakan kasih karunia-Nya.
Pengutusan kita lebih dari sekedar pekerjaan; itu adalah panggilan hidup kita. Akan tetapi untuk dapat menjadi utusan
yang setia, kita harus membuat keputusan yang sangat sederhana namun penting: apakah kita ingin menarik perhatian
orang yang belum percaya, atau apakah kita ingin mempengaruhi mereka? Jika tujuan kita adalah untuk membuat
mereka tertarik, maka kita dapat melakukan hal itu dari jauh, tetapi itu juga berarti menjauhkan Kerajaan Allah. Jika kita
ingin mempengaruhi orang yang belum percaya, kita harus cukup dekat dengan mereka agar mereka dapat melihat
kesalahan dan kelemahan kita, namun sekaligus itu juga tempat dimana mereka akan melihat iman kita sebagai sesuatu
yang nyata dan perlu.
Apakah kita berpendapat bahwa Allah ingin kita menarik perhatian orang yang belum percaya atau mempengaruhi
mereka? Di bawah ini adalah beberapa cara untuk menebarkan pengaruh kita sebagai wakil Yesus :
• Dengan tersenyum kepada orang lain. Alkitab mengatakan pandangan yang penuh suka cita akan membawa
kegembiraan bagi hati (Ams. 15:30). Kita dapat memengaruhi orang lain dengan memberikan senyum sederhana.
• Dengan bersimpati kepada orang lain. Kita dapat memberikan dukungan emosi dan dorongan kepada orang-orang yang
putus asa. “[Allah] yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggupmenghibur mereka,
yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (2 Kor. 1:4).
• Dengan melayani orang lain. Semakin kita melayani orang lain dalam kasih, semakin mungkin kita memengaruhi
mereka. Rasul Paulus menulis, “Sesungguhnya aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari
semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Kor. 9:19).
• Dengan berani berbicara. Menjadi wakil Kristus memerlukan keberanian; kita harus membiarkan orang mengetahui
bahwa kita beriman. Kasih-Nya bukan saja memaksa kita untuk menjelaskan iman kita, namun kadangkadang kasih-Nya
mendorong kita untuk menentang kelakuan buruk yang ada pada orang lain. “Biarlah itu dikatakan orang-orang yang
ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan” (Mzm. 107:2).
• Dengan berkorban. “…darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada
Allah…akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah
yang hidup” (Ibr. 9:14).
Pengorbanan besar sama dengan pengaruh besar, dan ini mungkin berarti pengaruh kita akan meningkat hanya sesudah
kita bergerak keluar dari wilayah kenyamanan kita. Jika pengorbanan kita membantu mengubah dunia, apakah hal itu
layak?
Berdoalah pada hari ini : “Tuhan, saya ingin menjadi wakil-Mu. Saya ingin Engkau memakai saya untuk mempengaruhi
setiap orang yang berhubungan dengan saya pada hari ini, dan menunjukkan kepada mereka betapa dalam dan luasnya
kasihMu.”
POKOK PIKIRAN Bukan kita yang hidup, namun Kristus hidup dalam diri kita
AYAT HAFALAN “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu
dalam nama Tuhan Yesus” (Kolose 3:17)
PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana cara kita mewakili Yesus dalam kehidupan kita hari ini?
36

