Page 35 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Vol.42 - 16 Oktober 2022)
P. 35

RENUNGAN HARIAN GKIA



                  DENGAN MEMBERI BANTUAN PRAKTIS                                 Sabtu | 22 Oktober 2022


        “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan
        dalam kebenaran” ( 1 Yohanes 3: 18)

   P    Orang tahu kita mengasihi mereka bilamana kita menunjukkan bahwa kita mengasihi mereka.
   E    Yesus berhenti. Ia berhenti ketika orang membutuhkan bantuan-Nya, ketika mereka membutuhkan penghiburan-
   N    Nya, ketika mereka membutuhkan perlindungan-Nya, ketika mereka membutuhkan jawaban atas persoalan yang
   D    pelik. Yesus melihat gangguan dalam hidup-Nya sebagai kesempatan ilahi untuk menunjukkan kasih Allah kepada
   A    orang-orang yang sangat membutuhkan.
   L    Yesus menggambarkan kasih melalui tindakan dan kemudian menceritakan pengajaran tentang tindakan itu. Dia
   A    menjelaskan kasih sebagai pemenuhan kebutuhan, dan ketika Dia menjamah orang, mereka menjadi sadar “… dan
   M    mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul ditengah- tengah kita,” dan “Allah
   A    telah melawat umat-Nya” (Luk. 7:16).
   N
        Yesus menyatakan kasih-Nya melalui tindakan. Ia menyerukan agar kita menjadi orang yang bertindak, akan tetapi
        Ia tidak pernah menginginkan agar kita menjadi begitu sibuk menyelamatkan dunia namun mengabaikan gangguan
        sesaat dari orang-orang yang sedang membutuhkan. Seperti Orang Samaria Yang Baik Hati, Yesus ingin agar kita
        siap untuk mengesampingkan agenda kita agar dapat menolong orang yang sedang membutuhkan (Luk. 10:25-37).
        Alkitab mengatakan, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi
        menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yoh.
        3:17).
        Yesus memperlihatkan bahwa iman dan pelayanan berjalan seiring. Ketika seorang wanita yang memiliki reputasi
        buruk meminyaki kaki Yesus dengan minyak mahal dan sambil menangis membersihkannya dengan rambutnya,
        Yesus berkata kepada perempuan tersebut, “Imanmu telah menyelamatkanmu. Pergilah dengan selamat!” (Luk
        7:50). Tindakan pelayanan wanita itu adalah cerminan dari iman-Nya kepada Allah.
        Ketika murid-murid Yohanes Pembaptis meminta Yesus untuk membuktikan bahwa Dia adalah Kristus, Dia
        menanggapi dengan menunjuk kepada karya pelayanan-Nya. Dia berkata, “Pergilah, dan katakanlah kepada
        Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar : Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi
        tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk 7:22).
        Sebagaimana Yakobus kemudian mengajar, kita harus menjadi pelaku Firman, bukan hanya sebagai pendengar :
        “Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan
        kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata : “Selamat jalan, kenakanlah kain panas
        dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah
        gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman : Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada
        hakekatnya adalah mati” (Yak. 2:14b-17).
        Kalau tidak, kita berarti memotong Tubuh Kristus, memisahkan lengan dan kakinya sehingga yang tersisa adalah
        sebuah mulut yang besar: “Andaikata semuanya adalah satu anggota, dimanakah tubuh?” (1 Kor. 12:19). Francis
        dari Assisi pernah menulis, “Kabarkanlah Injil, dan jika perlu, gunakanlah kata-kata”.
        Dalam menunjukkan kasih kita, tidak ada tugas yang terlalu rendah. Yesus mengkhususkan diri dalam tindakan
        pelayanan yang dihindari oleh kebanyakan orang: membasuh kaki, menolong anak-anak, menyediakan makan pagi,
        dan melayani penderita kusta. Tidak ada yang terlalu rendah bagi Dia, oleh karena pelayanan-Nya mengalir dari
        kasih-Nya.
        Yesus memberi contoh bahwa tindakan kasih yang kita lakukan hendaknya bersifat praktis; bahkan memberikan
        secangkir air dingin dalam Nama-Nya pun adalah tindakan kasih (Mat. 10:42). Ada begitu banyak kebutuhan di
        dunia ini; cobalah pandang ke sekeliling dan mulai membereskan apa yang kita lihat:
        • Membantu memotong rumput orang lain
        • Menjaga anak tetangga
        • Membawakan makanan bagi orang yang terperangkap
        • Merawat orang sakit
        • Mulai bertanya, “Apa yang dapat saya bantu hari ini?”

        Kita melayani Allah dengan cara melayani orang lain, dan kita bahkan dapat melayani lebih baik bersama-sama
        (Pkh. 4:9). Pikirkanlah bagaimana kelompok kecil kita dapat bekerja bersama untuk membantu mereka yang ada di
        sekitar kita.
        POKOK PIKIRAN Orang tahu kita mengasihi mereka bilamana kita menunjukkan bahwa kita mengasihi mereka

                                                                                                         35
        AYAT HAFALAN “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan
        perbuatan dan dalam kebenaran” (1 Yohanes 3: 18 )
   30   31   32   33   34   35   36   37