Page 131 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 131
di persidangannya dan menyatakan kesetiaanya yang terus-menerus kepada Lord
Voldemort, rasa bangganya karena dia terus berusaha menemukannya setelah
kejatuhannya dan keyakinannya bahwa suatu hari dia akan diberi ganjaran atas
kesetiaannya.
'Kau tidak pernah bilang dia --'
'Apakah ada pengaruhnya kalau dia sepupuku?' sambar Sirius. 'Sejauh
menyangkut diriku, mereka bukan keluargaku. Dia jelas bukan keluargaku. Aku
belum melihatnya sejak aku seumurmu, kecuali kau hitung sekilas waktu dia
masuk Azkaban. Apa menurutmu aku bangga punya kerabat seperti dia?'
'Maaf,' kata Harry dengan cepat, 'aku tidak bermaksud -- aku hanya terkejut, itu
saja --'
'Tidak mengapa, jangan minta maaf,' Sirius bergumam. Dia berpaling dari
permadani dinding itu, tangannya dijejalkan ke dalam kantongnya. 'Aku tidak
suka kembali ke sini,' katanya sambil menatap ke seberang ruang duduk. 'Aku
tidak pernah mengira akan terperangkap di dalam rumah ini lagi.'
Harry mengerti sepenuhnya. Dia tahu bagaimana dia akan merasa, ketika dia
sudah dewasa dan berpikir dirinya bebas dari tempat itu untuk selamanya, harus
kembali dan tinggal di Privet Drive nomor empat.
'Tentu saja ideal untuk Markas Besar,' Sirius berkata. 'Ayahku menempatkan
semua alat pengamanan yang dikenal oleh kelompok penyihir sewaktu dia
tinggal di sini.
Tidak tampak di peta, jadi para Muggle tidak akan pernah datang dan
berkunjung --
seakan-akan mereka mau -- dan sekarang Dumbledore sudah menambahkan
perlindungannya, kau akan sulit mencari rumah yang lebih aman di tempat lain.
Dumbledore adalah Penjaga Rahasia Order, kau tahu -- tak seorangpun bisa
menemukan Markas Besar kecuali dia memberitahu mereka secara pribadi di
mana letaknya -- catatan yang diperlihatkan Moody kepadamu tadi malam, itu
dari Dumbledore ...' Sirius tertawa pendek mirip gonggongan. 'Kalau saja orang
tuaku bisa melihat kegunaan rumah mereka sekarang ... well, potret ibuku pasti
sudah memberimu sejumlah ide ...'
Dia merengut sebentar, lalu menghela napas.

