Page 144 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 144
jendela kaca dari kotak telepon hingga kegelapan menutupi kepala mereka. Lalu
dia tidak bisa melihat apa-apa sama sekali; dia hanya bisa mendengar suara
menggilas yang membosankan ketika kotak telepon itu semakin turun ke dalam
bumi. Setelah sekitar satu menit, walaupun terasa jauh lebih lama bagi Harry,
seberkas cahaya keemasan menerangi kakinya dan, semakin melebar, menaiki
tubuhnya, sampai menghantamnya di wajah dan dia harus berkedip untuk
menghentikan matanya berair.
'Kementerian Sihir mengharapkan Anda melalui hari yang menyenangkan,' kata
suara wanita itu.
Pintu kotak telepon mendadak terbuka dan Mr Weasley melangkah keluar,
diikuti oleh Harry, yang mulutnya telah terbuka.
Mereka sedang berdiri di salah satu ujung dari sebuah aula yang sangat panjang
dan bagus dengan lantai kayu gelap yang digosok mengkilap. Langit-langit biru
merak bertatahkan simbol-simbol keemasan yang berkilauan yang terus bergerak
dan berubah-ubah seperti papan penujuk yang sangat besar. Dinding-dindig di
kedua sisi diberi panel kayu gelap mengkilat dan memiliki banyak perapian
berbingkai yang ditempatkan padanya. Tiap beberapa detik seorang penyihir
wanita atau pria akan muncul dari salah satu perapian di sisi kiri dengan bunyi
whoosh lembut. Di sisi kanan, antrian-antrian pendek terbentuk di depan
masing-masing perapian, menunggu untuk berangkat.
Di tengah aula ada sebuah air mancur. Sekelompok patung keemasan, berukuran
lebih besar dari aslinya, berdiri di tengah sebuah kolam melingkar. Yang
tertinggi dari mereka semua adalah seorang penyihir pria yang tampak mulai
dengan tongkatnya yang menunjuk tegak ke udara. Berkelompok di sekitarnya
ada seorang penyihir wanita cantik, centaur, goblin dan peri-rumah. Tiga yang
terakhir sedang memandang ke atas dengan penuh pemujaan kepada si penyihir
wanita dan pria. Semburan air yang berkilauan terbang dari ujung-ujung tongkat
mereka, ujung anak panah si centaur, puncak topi si goblin dan dari tiap-tiap
telinga si peri-rumah, sehingga suara air jatuh yang berdenting ditambahkan ke
suara pop dan crack orang-orang yang ber-Apparate dan suara bising langkah-
langkah kaki ketika ratusan penyihir wanita dan pria, kebanyakan memiliki
tampang pagi yang murung, berjalan menuju serangkaian gerbang keemasan di
ujung jauh dari aula itu.
'Lewat sini,' kata Mr Weasley.
Mereka bergabung dengan gerombolan, mengambil jalan di antara para pekerja

