Page 146 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 146

atasnya.

               'Sebelas inci, inti bulu phoenix, telah digunakan selama empat tahun. Itu benar?'


               'Ya,' kata Harry dengan gugup.


               'Akan kusimpan ini,' kata penyihir itu, sambil menusukkan perkamen itu ke
               sebuah paku besar kuningan. 'Kau mendapatkan ini kembali,' tambahnya sambil
               mendesakkan tongkat itu kepada Harry.


               'Terima kasih.'


               'Tunggu dulu ...' kata si penyihir pelan-pelan.


               Matanya telah beralih dari lencana pengunjung perak di dada Harry ke dahinya.


               'Terima kasih, Eric,' kata Mr Weasley dengan tegas, dan sambil mencengkeram
               bahu Harry dia menuntunnya menjauh dari meja itu dan kembali ke aliran
               penyihir pria dan wanita yang sedang berjalan melalui gerbang-gerbang
               keemasan.


               Agak terdesak oleh kerumunan, Harry mengikuti Mr Weasley melalui gerbang-
               gerbang itu ke dalam aula yang lebih kecil di belakangnya, di mana setidaknya
               dua puluh lift berdiri di belakang jeruji-jeruji keemasan yang ditempa. Di
               dekatnya, berdiri seorang penyihir besar berjanggut yang memegang sebuah
               kotak karton besar yang mengeluarkan suara-suara parau.


               'Baik-baik saja, Arthur?' kata si penyihir, sambil mengangguk kepada Mr
               Weasley.


               'Apa yang kau punya di sana, Bob?' tanya Mr Weasley, sambil melihat ke kotak
               itu.


               'Kami tidak yakin,' kata penyihir itu dengan serius. 'Kami kira ayam kampung
               standar sampai dia mulai mengeluarkan napas api. Bagiku kelihatannya seperti
               penyimpangan serius dari Larangan Pembiakan Eksperimental.'


               Dengan suara gemerincing dan berisik sebuah lift turun ke depan mereka; jeruji
               keemasannya bergeser membuka dan Harry dan Mr Weasley melangkah masuk
               ke dalam lift dengan sisa kerumunan dan Harry menemukan dirinya terdesak di
               dinding belakang. Beberapa penyihir wanita dan pria sedang memandanginya
               dengan rasa ingin tahu; dia menatap kakinya untuk menghindari pandangan
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151