Page 142 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 142

Mereka membeli tiket dari seorang penjaga yang tampak mengantuk (Harry
               menangani transaksi itu, karena Mr Weasley tidak begitu pandai dalam hal uang
               Muggle) dan lima menit kemudian mereka telah menaiki sebuah kereta bawah
               tanah yang berderak membawa mereka menuju pusat kota London. Mr Weasley
               terus memeriksa dan memeriksa ulang Peta Bawah Tanah di atas jendela dengan
               cemas.


               'Empat pemberhentian lagi, Harry ... Tiga pemberhentian lagi sekarang ...
               Tinggal dua pemberhentian, Harry ...'


               Mereka turun di sebuah stasiun di jantung kota London, dan tersapu dari kereta
               api itu dalam luapan pria dan wanita bersetelan jas yang membawa tas kantor.
               Mereka menaiki eskalator, melalui penghalang tiket (Mr Weasley senang
               melihat cara alat itu menelan tiketnya), dan muncul ke sebuah jalan lebar yang

               dibarisi gedung-gedung yang tampak sesak dan sudah penuh dengan lalu lintas.

               'Di mana kita?' kata Mr Weasley dengan hampa, dan selama beberapa saat yang
               mendebarkan Harry mengira mereka turun di stasiun yang salah walaupun Mr

               Weasley terus memperhatikan peta; tapi sedetik kemudian dia berkata, 'Ah ya ...
               lewat sini, Harry,' dan menuntunnya menyusuri satu sisi jalan.

               'Maaf,' katanya, 'tapi aku belum pernah datang lewat kereta api dan kelihatannya

               agak berbeda dari sudut pandang Mugglel. Bahkan kenyataannya, aku belum
               pernah menggunakan pintu masuk tamu sebelumnya.'

               Semakin jauh mereka berjalan, semakin kecil dan kurang sesak gedung-

               gedungnya, sampai akhirnya mereka mencapai sebuah jalan yang mengandung
               beberapa kantor yang tampak agak kusam, sebuah pub dan sebuah tong sampah
               yang kepenuhan.


               Harry telah mengharapkan lokasi yang lebih mengesankan untuk Kementerian
               Sihir.

               'Di sinilah kita,' kata Mr Weasley dengan ceria, sambil menunjuk ke sebuah

               kotak telepon tua berwarna merah yang kehilangan beberapa panel kaca dan
               berdiri di sebelah sebuah dinding yang penuh coretan. 'Setelah kau, Harry.'


               Dia membuka pintu kotak telepon itu.

               Harry melangkah ke dalam, sambil bertanya-tanya apa maksudnya ini. Mr
               Weasley melipat dirinya ke samping Harry dan menutup pintu. Tempatnya
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147