Page 141 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 141
'Dan kalau tidak,' kata Sirius dengan suram, 'akan kutemui Amelia Bones
untukmu
...'
Harry tersenyum lemah. Mrs Weasley memeluknya.
'Kami semua menyilangkan jari kami,' katanya.
'Benar,' kata Harry. 'Well ... kalau begitu sampai jumpa nanti.'
Dia mengikuti Mr Weasley ke atas dan menyusuri aula. Dia bisa mendengar
dengkuran ibu Sirius dalam tidurnya di belakang tirainya. Mr Weasley membuka
pintu dan mereka melangkah ke fajar yang dingin dan kelabu.
'Anda tidak biasanya berjalan ke tempat kerja, 'kan?' Harry menanyainya ketika
mereka berjalan dengan cepat mengelilingi alun-alun.
'Tidak, aku biasanya ber-Apparate,' kata Mr Weasley, 'tapi tentu saja kamu tidak
bisa, dan kukira yang terbaik adalah kita tiba dengan cara yang benar-benar non-
magis ... memberi kesan yang lebih baik, mengingat untuk apa kau didisiplinkan
...'
Mr Weasley menyimpan tangannya di dalam jaketnya selagi mereka berjalan.
Harry tahu tangan itu menggenggam erat tongkatnya. Jalan-jalan yang sering
dilalui itu hampir lengang, tapi ketika mereka tiba di stasiun bawah tanah yang
menyedihkan mereka menemukannya sudah penuh akan orang-orang yang akan
berangkat kerja di pagi hari. Seperti biasanya ketika dia berada dalam jarak
dekat dengan para Muggle yang melaksanakan urusan sehari-hari mereka, Mr
Weasley sulit mengekang rasa antusiasnya.
'Benar-benar hebat,' dia berbisik, sambil menunjuk mesin-mesin tiket otomatis.
'Luar biasa cemerlang.'
'Mesin-mesin itu rusak,' kata Harry sambil menunjuk ke tandanya.
'Ya, tapi walaupun begitu ...' kata Mr Weasley, sambil tersenyum kepada mereka
dengan senang.
Mereka membeli tiket dari seorang penjaga yang tampak mengantuk (Harry

