Page 153 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 153
Seorang penyihir wanita agak gemuk yang membawa sebuah piala berasap
memasuki lift pada saat itu, dan Mr Weasley tidak melanjutkan.
'Atrium,' kata suara wanita tenang itu dan jeruji-jeruji keemasan bergeser
membuka, memperlihatkan kepada Harry kilasan dari jauh patung-patung
keemasan di air mancur. Penyihir wanita agak gemuk itu keluar dan seorang
penyihir pria berkulit pucat dengan wajah amat murung masuk.
'Pagi, Arthur,' dia berkata dengan suara muram ketika lift mulai menurun. 'Tidak
sering melihatmu di bawah sini.'
'Urusan penting, Bode,' kata Mr Weasley, yang sedang menghentak-hentakkan
kakinya dan melemparkan pandangan cemas kepada Harry.
'Ah, ya,' kata Bode, sambil mengamati Harry tanpa berkedip. 'Tentu saja.'
Harry hampir tidak punya perasaan yang tersisa bagi Bode, tapi tatapannya yang
terus-menerus tidak membuatnya lebih nyaman.
'Departemen Misteri,' kata suara wanita tenang itu, dan berhenti di situ.
'Cepat, Harry,' kata Mr Weasley ketika pintu lift berderak terbuka, dan mereka
melaju sepanjang sebuah koridor yang sangat berbeda dari yang di atas.
Dinding-dindingnya tidak berhias; tidak ada jendela dan tidak ada pintu selain
sebuah pintu hitam polos di bagian paling ujung koridor itu. Harry mengira
mereka akan melalui pintu itu, tapi Mr Weasley menyambar lengannya dan
menariknya ke sebelah kiri, di mana terdapat pembukaan ke serangkaian anak
tangga.
'Di bawah sini, di bawah sini,' Mr Weasley terengah-engah sambil menuruni dua
anak tangga sekaligus. 'Lift bahkan tidak turun sejauh ini ... kenapa mereka
mengadakannya di bawah sana aku ...'
Mereka mencapai dasar tangga dan berlari sepanjang sebuah koridor lagi, yang
sangat mirip dengan koridor yang mengarah ke ruang bawah tanah Snape di
Hogwarts, dengan dinding-dinding batu kasar dan obor-obor dalam
penyangganya.
Pintu-pintu yang mereka lewati terbuat dari kayu berat dengan gembok-gembok
dan lubang-lubang kunci dari besi.

