Page 150 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 150

'Berikan kepadanya majalah itu, dia mungkin menganggapnya menarik.' Lalu

               dengan nada normal, 'Dan jangan terlalu lama, Weasley, penundaan pada
               laporan kaki api itu menahan penyelidikan kami hingga sebulan.'

               'Kalau kau telah membaca laporanku, kau akan tahu bahwa istilahnya adalah

               senjata api,' kata Mr Weasley dengan dingin. 'Dan kutakut kau harus menunggu
               demi informasi sepeda motor itu; saat ini kami sangat sibuk.' Dia menurunkan
               suaranya dan berkata, 'Kalau kau bisa pergi sebelum jam tujuh, Molly membuat
               bakso.'


               Dia memberi isyarat kepada Harry dan menuntunnya keluar dari ruang kecil
               Kingsley, melalui pintu kayu ek yang kedua, ke gang lain, belok kiri, berderap
               sepanjang koridor lain, dan akhirnya mencapai jalan buntu, di mana terdapat
               sebuah pintu yang terbuka sedikit, memperlihatkan sebuah lemari sapu, dan
               sebuah pintu di sebelah kanan yang memiliki plakat kuningan pudar yang
               bertuliskan: Penyalahgunaan Benda-Benda Muggle.


               Kantor Mr Weasley yang suram kelihatannya sedikit lebih kecil daripada lemari
               sapu itu. Dua meja tulis telah dijejalkan ke dalamnya dan hampir tidak ada ruang
               untuk bergerak di sekitar meja-meja itu karena adanya semua lemari-lemari arsip
               kepenuhan yang berbaris di dinding, di puncak lemari-lemari itu berceceran
               tumpukan-tumpukan arsip. Ruang kecil yang tersedia di dinding menjadi saksi
               obsesi Mr Weasley: beberapa poster mobil, termasuk satu poster mesin yang
               dibongkar; dua ilustrasi kotak pos yang kelihatannya dipotong dari buku cerita
               anak-anak Muggle; dan sebuah diagram yang memperlihatkan bagaimana
               memasang kabel pada steker.


               Di atas nampan pesan masuk Mr Weasley yang kepenuhan terdapat sebuah alat
               pemanggang roti yang sedang berdeguk dengan sedih dan sepasang sarung
               tangan kosong yang sedang memutar-mutarkan jempolnya. Sebuah foto keluarga
               Weasley berada di sebelah nampan pesan masuk itu. Harry memperhatikan
               bahwa Percy tampak telah keluar dari foto itu.


               'Kami tidak punya jendela,' kata Mr Weasley meminta maaf, sambil melepaskan
               jaket penerbangnya dan menempatkannya di belakang kursinya. 'Kami sudah
               minta, tapi mereka tampaknya mengira kami tidak perlu satu. Duduklah, Harry,
               kelihatannya Perkins belum tiba.'


               Harry menyelipkan dirinya ke dalam kursi di belakang meja tulis Perkins
               sementara Mr Weasley mencari-cari dengan seksama pada carikan perkamen
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155