Page 155 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 155
-- BAB DELAPAN --
Dengar Pendapat
Harry terkesiap, dia tidak bisa menahan diri. Ruang bawah tanah besar yang
dimasukinya tampak sudah dikenalnya. Dia bukan hanya pernah melihatnya, dia
sudah perbah berada di sini sebelumnya. Ini adalah tempat di mana dia telah
menyaksikan keluarga Lestrange divonis hukuman seumur hidup di Azkaban.
Dinding-dindingnya terbuat dari batu gelap yang diterangi oleh obor-obor.
Bangku-bangku kosong berada di kedua sisinya, tetapi di depan, di bangku-
bangku tertinggi, ada banyak figur-figur berbayang. Mereka berbicara dengan
suara rendah, tetapi ketika pintu berat itu mengayun tertutup di belakang Harry
timbul keheningan yang tidak menyenangkan.
Sebuah suara pria yang dingin berdering menyeberangi ruang sidang.
'Kamu terlambat.'
'Sori,' kata Harry dengan gugup. 'Aku -- aku tidak tahu waktunya sudah diganti.'
'Itu bukan kesalahan Wizwngamot,' kata suara itu. 'Seekor burung hantu telah
dikirim ke tempatmu pagi ini. Duduklah.'
Harry melayangkan pandangan ke kursi di tengah ruangan, yang lengan-
lengannya ditutupi rantai-rantai. Dia sudah pernah melihat mereka menjadi
hidup dan mengikat siapapun yang duduk di antara mereka. Langkah-langkah
kakinya menggema keras selagi dia berjalan menyeberangi lantai batu. Ketika
dia duduk dengan hati-hati di ujung kursi itu rantai-rantainya berdenting
mengancam tetapi tidak mengikatnya.
Merasa agak sakit, dia melihat ke atas ke orang-orang yang duduk di bangku-
bangku di atas.
Adasekitar lima puluh dari mereka, semuanya, sejauh yang bisa dilihatnya,
mengenakan jubah-jubah berwarna plum dengan huruf perak 'W' yang penuh
hiasan di sisi kirii dada dan semuanya menatap ke bawah hidung mereka
kepadanya, bebrapa dengan ekspresi yang amat keras, yang lainnya tampang-

