Page 151 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 151
sementara Mr Weasley mencari-cari dengan seksama pada carikan perkamen
yang telah diberikan Kingsley kepadanya.
'Ah,' katanya sambil nyengir, ketika dia mengeluarkan sebuah salinan majalah
yang berjudul The Quibbler dari tengahnya, 'ya ...' Dia membalik-baliknya, 'Ya,
dia benar, aku yakin Sirius akan menganggapnya sangat lucu -- oh, apa ini
sekarang?'
Sebuah memo baru saja meluncur masuk melalui pintu yang terbuka dan
berkibar sampai terdiam di atas alat pemanggang roti yang berdeguk itu. Mr
Weasley membuka lipatannya dan membacanya kuat-kuat.
'"Toilet umum muntah yang ketiga dilaporkan di Bethnal Green, harap segera
diselidiki." Ini mulai edan ...'
'Toilet muntah?'
'Olok-olok anti-Muggle,' kata Mr Weasley sambil merengut. 'Kami dapat dua
minggu lalu, satu di Wimbledon, satu di Elephant and Castle. Para Muggle
menarik tuas penyiramnya dan bukannya semua menghilang -- well, kau bisa
membayangkan.
Orang-orang malang itu terus memanggil para -- tukang deleng, kukira itu
sebutan mereka -- kau tahu, yang memperbaiki pipa dan segalanya.'
'Tukang ledeng?'
'Tepat, ya, tapi tentu saja mereka kewalahan. Aku hanya berharap kami dapat
menangkap siapapun yang melakukannya.'
'Apakah para Auror yang akan menangkap mereka?'
'Oh bukan, itu terlalu sepele bagi para Auror, haruslah Patroli Penegakan Hukum
Sihir -- ah Harry, ini Perkins.'
Seorang penyihir tua yang bungkuk dan tampak malu-malu dengan rambut putih
halus baru saja memasuki ruangan sambil terengah-engah.
'Oh, Arthur!' dia berkata dengan putus asa, tanpa melihat kepada Harry.
'Syukurlah, aku tidak tahu apa yang terbaik untuk dilakukan, apakah harus
menunggu kamu di sini atau tidak. Aku baru saja mengirim burung hantu ke
rumahmu tapi jelas saja kau tidak menerimanya -- sebuah pesan penting masuk

