Page 175 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 175
'Mr Weasley,' kata Harry pelan-pelan, 'kalau Fudge bertemu dengan para
Pelahap Maut seperti Malfoy, kalau dia menemui mereka sendirian, bagaimana
kita tahu bahwa mereka belum menempatkan Kutukan Imperius kepada dirinya?'
'Jangan kira itu belum terpikir oleh kami, Harry,' kata Mr Weasley dengan pelan.
'Tapi Dumbledore pikir Fudge bertindak atas keputusannya sendiri saat ini --
yang, menurut Dumbledore, bukanlah penghiburan. Hal terbaik adalah tidak
membicarakannya lebih banyak lagi sekarang ini, Harry.'
Pintu-pintu bergeser terbuka dan mereka melangkah ke luar ke Atrium yang
sekarang hampir kosong. Eric si penyihir penjaga tersembunyi di balik Daily
Prophetnya lagi. Mereka telah berjalan tepat melewati air mancur keemasan itu
sebelum Harry teringat.
'Tunggu ...' dia memberitahu Mr Weasley, dan, sambil menarik kantong uangnya
dari kantongnya, dia berpaling ke air mancur.
Dia memandang ke atas ke wajah penyihir pria tampan itu, tetapi dari dekat
Harry berpikir dia tampak agak lemah dan bodoh. Si penyihir wanita sedang
tersenyum lebar seperti kontestan kecantikan, dan dari yang Harry tahu tentang
goblin-goblin dan centaur, mereka paling tidak mungkin terlihat sedang menatap
penuh pemujaann kepada manusia dalam bentuk apapun. Hanya perilaku peri-
rumah yang seperti budak terlihat meyakinkan. Dengan sengiran karena
memikirkan apa yang akan dikatakan Hermionen kalau dia bisa melihat patung
peri itu, Harry membalikkan kantong uangnya dan mengosongkan bukan hanya
sepuluh Galleon, tetapi keseluruhan isinya ke dalam kolam.
*
'Aku tahu itu!' teriak Ron, sambil meninju ke udara. 'Kau selalu lolos dari semua
hal!'
'Mereka harus membebaskanmu,' kata Hremione, yang terlihat akan pingsan
karena cemas ketika Harry memasuki dapur dan sekarang meletakkan tangan
yang bergetar menutupi matanya, 'tidak ada kasus melawanmu, tak ada sama
sekali.'
'Walaupun begitu, semua orang terlihat sangat lega, mengingat kalian semua
tahu aku akan lolos,' kata Harry sambil tersenyum.

