Page 173 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 173
melanjutkan perkataannya, mata kelabunya yang dingin menyipit dan menatap
wajah Harry lekat-lekat.
'Well, well, well ... Patronus Potter,' kata Lucius Malfoy dengan dingin.
Harry merasa kehabisan napas, seakan-akan dia baru saja berjalan ke dalam
sesuatu yang padat. Terakhir kali dia melihat mata kelabu yang dingin itu adalah
melalui celah di kerudung Pelahap Maut, dan terakhir kali dia mendengar suara
lelaki itu adalah ketika sedang mengejek di sebuah pekuburan gelap sementara
Lord Voldemort menyiksanya. Harry tidak bisa percaya bahwa Lucius Malfoy
berani menatapnya di wajah; dia tidak bisa percaya bahwa dia ada di sini, dalam
Kementerian Sihir, atau bahwa Cornelius Fudge sedang berbicara kepadanya,
padahal Harry telah memberitahu Fudge hanya beberapa minggu yang lalu
bahwa Malfoy adalah seorang Pelahap Maut.
'Menteri baru saja memberitahuku mengenai kelolosanmu yang mujur, Potter,'
Mr Malfoy berkata dengan suara dipanjang-panjangkan. 'Sangat mengejutkan,
caramu terus berkelit keluar dari lubang-lubang yang amat sempit ... bahkan,
mirip ular.'
Mr Weasley mencengkeram bahu Harry untuk memperingatkannya.
'Yeah,' kata Harry, 'yeah, aku pandai meloloskan diri.'
Lucius Malfoy menaikkan matanya ke wajah Mr Weasley.
'Dan Arthur Weasley juga! Apa yang sedang Anda lakukan di sini, Arthur?'
'Aku bekerja di sini,' kata Mr Weasley dengan masam.
'Bukan di sini, tentunya?' kata Mr Malfoy sambil menaikkan alisnya dan melihat
sekilas ke pintu melalui bahu Mr Weasley. 'Kukira Anda ada di lantai kedua ...
bukankah Anda melakukan sesuatu yang melibatkan penyeludupan benda-benda
Muggle ke rumah dan menyihirnya?'
'Tidak,' sambar Mr Weasley, jari-jarinya sekarang mencengkeram kuat ke bahu
Harry.
'Ngomong-ngomong, Apa yang Anda lakukan di sini?' Harry bertanya kepada

