Page 171 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 171
-- BAB SEMBILAN --
Penderitaan Mrs Weasley
Kepergian Dumbledore yang mendadak benar-benar mengejutkan Harry. Dia
terus duduk di kursi berantai itu, sambil bergumul dengan perasaan terguncang
dan lega.
Wizengamot semuanya sedang bangkit, sambil berbincang-bincang,
mengumpulkan kertas-kertas mereka dan mengemasinya. Harry berdiri. Tak ada
yang tampaknya memperhatikan dia sedikitpun, kecuali penyihir wanita mirip
katak di sebelah kanan Fudge, yang sekarang sedang memandanginya bukannya
memandangi Dumbledore.
Sambil mengabaikan dia, Harry mencoba memandang mata Fudge, atau Madam
Bones, ingin bertanya apakah dia boleh pergi, tapi Fudge tampaknya sangat
berketetapan untuk tidak memperhatikan Harry, dan Madam Bones sibuk dengan
kopernya, jadi dia mengambil beberapa langkah coba-coba menuju pintu keluar
dan, ketika tak seorangpun memanggilnya kembali, berjalan dengan cepat.
Dia berlari pada beberapa langkah terakhirnya, merenggut pintu hingga terbuka
dan hampir menubruk Mr Weasley, yang sedang berdiri tepat di luar, terlihat
pucar dan gelisah.
'Dumbledore tidak bilang --'
'Dibebaskan,' Harry berkata sambil menarik pintu menutup di belakangnya, 'dari
semua tuntutan.'
Sambil tersenyum, Mr Weasley memegang bahu Harry.
'Harry, itu bagus sekali! Well, tentu saja, mereka tidak akan bisa menetapkanmu
bersalah, tidak dengan bukti, tapi walau begitu, aku tidak bisa berpura-pura aku
tidak
--'
Tapi Mr Weasley berhenti, karena pintu ruang sidang baru saja terbuka lagi. Para
Wizengamot sedang keluar.

