Page 202 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 202
-- BAB SEPULUH --
Luna Lovegood
Harry mengalami tidur yang tidak lelap. Orang tuanya keluar masuk dari
mimpinya, tidak pernah berbicara; Mrs Weasley menangisi jasad Kreacher,
dipandangi Ron dan Hermione yang sedang memakai mahkota, dan sekali lagi
Harry menemukan dirinya berjalan menyusuri sebuah koridor yang berakhir
pada sebuah pintu terkunci. Dia terbangun tiba-tiba dengan bekas lukanya
menusuk-nusuk dan menemukan Ron telah selesai berpakaian dan sedang
berbicara kepadanya.
'... lebih baik bergegas, Mom akan marah-marah, dia bilang kita akan
ketinggalan kereta api ...'
Ada banyak keributan di dalam rumah. Dari apa yang didengarnya sewaktu dia
berpakaian secepat kilat, Harry mengetahui bahwa Fred dan George telah
menyihir koper-koper mereka untuk terbang menuruni tangga untuk
menghindari kerepotan membawanya, dengan hasil mereka meluncur lansung ke
arah Ginny dan menjatuhkannya dua tingkat anak tangga ke aula; Mrs Black dan
Mrs Weasley sama-sama berteriak sekuat-kuatnya.
'-- BISA SAJA MENYEBABKANNYA LUKA PARAH, KALIAN IDIOT --'
'-- TURUNAN-CAMPURAN KOTOR, MENODAI RUMAH NENEK
MOYANGKU --'
Hermione bergegas masuk ke dalam ruangan tampak bingung, persis ketika
Harry sedang memakai celana olahraganya. Hedwig sedang berayun di bahunya,
dan dia menggendong Crookshanks yang menggeliat di lengannya.
'Mum dan Dad baru saja mengirim Hedwig balik.' Burung hantu itu berkedip
patuh dan bertengger di puncak sangkarnya, 'Sudah siap?'
'Hampir. Apakah Ginny baik-baik saja?' Harry bertanya, sambil mendorong
kacamatanya.
'Mrs Weasley sudah mengobatinya,' kata Hermione. 'Tapi sekarang Mad-Eye
mengeluh bahwa kita tidak bisa berangkat kecuali Sturgis Podmore ada di sini,

