Page 204 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 204
terbanting di belakang mereka dan pekikan Mrs Black terhenti dengan segera.
'Di mana Tonks?' Harry berkata, melihat sekeliling sewaktu mereka menuruni
anak-anak tangga batu dari nomor dua belas, yang menghilang saat mereka
mencapai trotoar.
'Dia sedang menunggu kita di atas sana,' kata Mrs Weasley dengan kaku,
mengalihkan matanya dari anjing besar yang melompat-lompat di sisi Harry.
Seorang wanita tua memberi salam kepada mereka di sudut. Dia memiliki
rambut kelabu yang sangat keriting dan mengenakan sebuah topi ungu yang
berbentuk seperti pai babi.
'Pakabar, Harry,' dia berkata, sambil mengedip. 'Lebih baik bergegas, bukan
begitu, Molly?' tambahnya, sambil mengecek jam tangannya.
'Aku tahu, aku tahu,' erang Mrs Weasley, memperpanjang langkah kakinya,
'tetapi Mad-Eye mau kami menunggu Sturgis ... kalau saja Arthur bisa
meminjamkan kita mobil dari Kementerian lagi ... tetapi akhir-akhir ini Fudge
bahkan tidak akan memperbolehkan dia meminjam sebuah botol tinta kosong ...
bagaimana Muggle bisa tahan bepergian tanpa sihir ...'
Tetapi anjing hitam besar itu mengonggong gembira dan melompat-lompat riang
di sekitar mereka, menggertak burung-burung merpati dan mengejar ekornya
sendiri.
Harry tidak bisa menahan tawa. Sirius telah terperangkap di dalam untuk waktu
yang sangat lama. Mrs Weasley menutup mulutnya dengan cara yang hampir
seperti Bibi Petunia.
Mereka butuh dua puluh menit untuk mencapai King's Cross dengan berjalan
kaki dan tidak ada peristiwa menarik yang terjadi selain Sirius menakut-nakuti
sepasang kucing untuk menyenangkan Harry. Begitu berada di dalam stasiun
mereka berdiri sepintas lalu di samping penghalang antara peron sembilan dan
sepuluh sampai keadaan aman, lalu masing-masing bersandar padanya dan jatuh
dengan mudah ke peron tiga perempat, di mana Hogwarts Express berdiri
menyemburkan uap penuh jelaga ke peron yang dipenuhi murid-murid yang
akan berangkat dan keluarga-keluarga mereka. Harry menghirup bau yang akrab
itu dan merasakan semangatnya bangkit ... dia benar-benar akan kembali ...
'Kuharap yang lain tepat waktu,' kata Mrs Weasley dengan cemas, sambil

