Page 203 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 203
mengeluh bahwa kita tidak bisa berangkat kecuali Sturgis Podmore ada di sini,
kalau tidak pengawalnya akan kurang satu.'
'Pengawal?' kata Harry. 'Kita harus pergi ke King's Cross dengan seorang
pengawal?'
'Kamu yang harus pergi ke King's Cross dengan seorang pengawal,' Hermione
mengkoreksinya.
'Kenapa?' kata Harry tidak senang. 'Kupikir Voldermort seharusnya
bersembunyi, atau apa kamu akan memberitahuku bahwa dia akan melompat
keluar dari belakang sebuah tong sampah untuk mencoba membunuhku?'
'Aku tidak tahu, itu cuma yang dibilang Mad-Eye,' kata Hermione kacau, sambil
melihat ke jam tangannya, 'tetapi kalau kita tidak segera berangkat kita pasti
akan ketinggalan kereta api ...'
'BISAKAH KALIAN SEMUA TURUN KE SINI SEKARANG JUGA!' Mrs
Weasley berteriak dan Hermione terlonjak seakan-akan terbakar dan bergegas ke
luar ruangan. Harry menyambar Hedwig, menjejalkannya tanpa basa-basi ke
dalam kandangnya, dan turun ke bawah mengejar Hermione, sambil menyeret
kopernya.
Potret Mrs Black sedang melolong marah tetapi tak seorangpun repot-repot
menutup tirainya; semua keributan di aula pastilah akan membangunkannya lagi.
'Harry, kamu ikut denganku dan Tonks,' teriak Mrs Weasley -- melawan pekikan
yang diulang-ulang 'DARAH LUMPUR! SAMPAH! MAKHLUK-MAKHLUK
KOTOR!' -- 'Tinggalkan kopermu dan burung hantumu, Alastor akan mengurus
barang bawaan ... oh, demi Tuhan, Sirius, Dumbledore bilang jangan!'
Seekor anjing hitam yang mirip beruang telah muncul di sisi Harry ketika dia
sedang merangkak melewati berbagai koper yang berceceran di aula untuk
mencapai Mrs Weasley.
'Oh jujur saja ...' kata Mrs Weasley dengan putus asa. 'Well, resikonya kepalamu
sendiri!'
Dia merenggut pintu depan hingga terbuka dan melangkah keluar ke sinar
matahari lemah bulan September. Harry dan anjing itu mengikutinya. Pintu
terbanting di belakang mereka dan pekikan Mrs Black terhenti dengan segera.

