Page 205 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 205
'Kuharap yang lain tepat waktu,' kata Mrs Weasley dengan cemas, sambil
menatap ke belakangnya ke arah lengkungan besi cor yang membatasi peron itu,
darimana para pendatang baru akan muncul.
'Anjing yang bagus, Harry!' seru seorang bocah lelaki tinggi yang rambutnya
dikepang kecil-kecil.
'Trims, Lee,' kata Harry, nyengir, sementara Sirius mengibaskan ekornya cepat-
cepat.
'Oh bagus,' kata Mrs Weasley, terdengar lega, 'ini Alastor dengan barang
bawaan, lihatlah ...'
Mengenakan sebuah topi portir ditarik rendah menutupi matanya yang tidak
sepadan, Moody datang terpincang-pincang melalui lengkungan sambil
mendorong sebuah troli yang dibebani dengan koper-koper mereka.
'Semua OK,' dia bergumam kepada Mrs Weasley dan Tonks, 'kurasa kita tidak
diikuti ...'
Beberapa detik kemudian, Mr Weasley muncul di peron dengan Ron dan
Hermione.
Mereka telah hampir selesai mengosongkan troli Moody ketika Fred, George
dan Ginny muncul dengan Lupin.
'Tak ada masalah?' geram Moody.
'Tidak ada apa-apa,' kata Lupin.
'Aku masih akan melaporkan Sturgis pada Dumbledore,' kata Moody, 'ini kedua
kalinya dia tidak muncul dalam seminggu. Mulai tidak dapat diandalkan seperti
Mundungus.'
'Well, jaga diri kalian,' kata Lupin, sambil menyalami semuanya. Dia menggapai
Harry yang terakhir dan memberinya tepukan di bahu. 'Kau juga, Harry. Hati-
hati.'
'Yeah, tundukkan kepalamu dan buka matamu lebar-lebar,' kata Moody, sambil
menyalami tangan Harry juga. 'Dan jangan lupa, kalian semua -- hati-hati akan
apa yang kalian tulis. Jika ragu, jangan tulis di dalam surat sama sekali.'

