Page 275 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 275

'Itu pembunuhan,' kata Harry. Dia bisa merasakan dirinya gemetaran. Dia hampir
               tidak pernah berbicara kepada siapapun tentang ini, terlebih lagi kepada semua

               tiga puluh teman sekelas yang sedang mendengarkan dengan penuh minat.
               'Voldemort membunuhnya dan Anda tahu itu.'

               Wajah Profesor Umbridge hampa. Selama sejenak, Harry mengira dia akan

               berteriak kepadanya. Lalu dia berkata, dengan suara anak perempuan yang
               paling lembut dan paling manis, 'Kemarilah, Mr Potter, sayang.'


               Harry menendang kursinya ke samping, berjalan mengitari Ron dan Hermione
               dan ke meja guru. Dia bisa merasakan anggota kelas yang lain menahan napas.
               Dia merasa sangat marah sehingga dia tidak peduli apa yang terjadi berikutnya.


               Profesor Umbridge menarik sebuah gulungan kecil perkamen merah muda
               keluar dari tas tangannya, merentangkannya di meja tulis, memasukkan pena
               bulunya ke dalam botol tinta dan mulai mencoret, membungkuk sehingga Harry
               tidak bisa melihat apa yang sedang ditulisnya. Tak seorangpun berbicara. Setelah
               semenit atau lebih dia menggulung perkamen itu dan mengetuknya dengan
               tongkatnya; perkamen itu tersegel sendiri tanpa keliman sehingga dia tidak bisa
               membukanya.


               'Bawa ini ke Profesor McGonagall, sayang,' kata Profesor Umbridge, sambil
               mengulurkan catatan itu kepadanya.


               Dia mengambilnya tanpa mengatakan sepatah katapun, membalikkan tumitnya
               dan meninggalkan ruangan, bahkan tanpa melihat kepada Ron dan Hermione,
               sambil membanting pintu ruang kelas hingga tertutup di belakangnya. Dia
               berjalan sangat cepat menyusuri koridor, catatan untuk McGonagall tergenggam
               erat di tangannya, dan ketika membelok di sebuah sudut melewati Peeves si
               hantu jail. seorang pria kecil bermulut lebih yang sedang mengapung telentang
               di udara, sambil melemparkan beberapa botol tinta.


               'Kenapa, ini Potty Wee Potter!' kotek Peeves, sambil membiarkan dua botol tinta
               jatuh ke tanah sehingga terbanting dan mengotori dinding dengan tinta; Harry
               melompat mundur sambil membentak.


               'Hentikan, Peeves.'


               'Oooh, Crackpot sedang ngambek,' kata Peeves, sambil mengejar Harry
               sepanjang koridor, mengejek ketika dia berada di atasnya. 'Ada apa kali ini,
               temanku yang baik Potty? Mendengar suara-suara? Mendapat penglihatan?
   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280