Page 281 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 281

dengan pelan. 'Kau tiba kembali di tengah halaman sambil menggenggam mayat
               Cedric ... tak seorangpun dari kamu melihat apa yang terjadi di dalam labirin ...
               kami hanya mendengar perkataan Dumbledore bahwa Kau-Tahu-Siapa sudah
               kembali dan membunuh Cedric dan bertarung denganmu.'


               'Yang memang benar!' kata Harry keras-keras.


               'Aku tahu itu, Harry, jadi bisakah kau tolong berhenti memarahiku?' kata
               Hermione dengan letih. 'Hanya saja sebelum kebenaran bisa tertanam, semua
               orang pulang ke rumah selama musim panas, di mana mereka menghabiskan dua
               bulan membaca bagaimana kau seorang sinting dan Dumbledore mulai pikun!'


               Ron menghantam kisi-kisi jendela selagi mereka berjalan menyusuri koridor-
               koridor kosong kembali ke Menara Gryffindor. Harry merasa seakan-akan hari
               pertamanya telah berlangsung seminggu, tetapi dia masih mempunyai segunung
               pekerjaan rumah untuk dilakukan sebelum tidur. Rasa sakit menghantam timbul
               di mata kanannya. Dia melihat sekilas melalui jendela yang terguyur hujan ke
               halaman gelap ketika mereka berbelok ke koridor Nyonya Gemuk. Masih belum
               ada cahaya dari kabin Hagrid.


               'Mimbulus mimbletonia,' kata Hermione, sebelum Nyonya Gemuk bisa bertanya.


               Potret itu berayun terbuka memperlihatkan lubang di belakangnya dan mereka
               bertiga memanjat melaluinya.


               Ruang duduk hampir kosong; hampir semua orang masih di bawah untuk makan
               malam. Crookshanks bangkit dari gelungannya di sebuah kursi berlengan dan
               berderap menemui mereka, sambil mendengkur keras, dan ketika Harry, Ron
               dan Hermione duduk di tiga kursi kesukaan mereka di sisi perapian dia
               melompat dengan ringan ke pangkuan Hermione dan bergelung di sana seperti
               bantal merah kekuningan berbulu. Harry menatap ke dalam api, merasa terkuras
               dan letih sekali.


               'Bagaimana bisa Dumbledore membiarkan ini terjadi?' Hermione menjerit tiba-
               tiba, membuat Harry dan Ron terlompat; Crookshanks melompat dari
               pangkuannya, terlihat terhina. Dia menghantam lengan-lengan kursinya dengan
               marah, sehingga potongan-potongan isian keluar dari lubang-lubangnya.
               'Bagaimana dia bisa membiarkan wanita mengerikan itu mengajari kita? Dan di
               tahun OWL kita lagi!'


               'Well, kita belum pernah dapat guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang
               hebat, bukan?' kata Harry. 'Kau tahu seperti apa, Hagrid memberitahu kita, tak
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286