Page 282 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 282

hebat, bukan?' kata Harry. 'Kau tahu seperti apa, Hagrid memberitahu kita, tak

               seorangpun mau pekerjaan itu; mereka bilang membawa sial.'

               'Ya, tapi mempekerjakan seseorang yang sebenarnya menolak membiarkan kita
               melakukan sihir! Apa yang sedang dipermainkan Dumbledore?'


               'Dan dia sedang mencoba membuat orang-orang menjadi mata-mata untuknya,'
               kata Ron dengan muram. 'Ingat ketika dia bilang dia mau kita datang dan
               memberitahunya kalau kita mendengar siapapun berkata Kau-Tahu-Siapa sudah

               kembali?'

               'Tentu saja dia di sini untuk memata-matai kita semua, itu jelas, kenapa lagi
               Fudge ingin dia datang?' sambar Hermione.


               'Jangan mulai berdebat lagi,' kata Harry dengan letih, ketika Ron membuka
               mulut untuk membalas. 'Tak bisakah kita ... ayo buat peer saja, hilangkan beban
               ...'


               Mereka mengumpulkan tas-tas sekolah mereka dari sebuah sudut dan kembali ke
               kursi-kursi di sisi perapian. Orang-orang telah berdatangan dari makan malam
               sekarang. Harry memalingkan wajahnya dari lubang potret, tetapi masih bisa

               merasakan tatapan ke arahnya.

               'Apakah kita akan mengerjakan tugas Snape dulu?' kata Ron, sambil
               mencelupkan pena bulunya ke dalam tintanya. '"Sifat-sifat ... batu bulan ... dan

               kegunaannya ...

               dalam pembuatan ramuan ..."' dia bergumam, sambil menuliskan kata-kata itu di

               puncak perkamennya sewaktu mengucapkannya. 'Begitu.' Dia menggarisbawahi
               judul itu, lalu memandang penuh harap kepada Hermione.

               'Jadi, apa sifata batu bulan dan kegunaannya dalam pembuatan ramuan?'


               Tetapi Hermione tidak mendengarkan; dia sedang memicingkan mata ke sudut
               jauh dari ruangan itu, di mana Fred, George dan Lee Jordan sekarang sedang
               duduk di tengah sekumpulan anak kelas satu yang tampak lugu, yang semuanya

               sedang mengunyah sesuatu yang tampaknya telah keluar dari kantong kertas
               besar yang sedang dipegang Fred.

               'Tidak, maafkan aku, mereka sudah terlalu jauh,' katanya sambil berdiri dan

               terlihat benar-benar marah. 'Ayo, Ron.'
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287