Page 489 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 489
bilang?' tanyanya.
'Tidak,' kata Hermione dengan sengsara. 'Dia bilang dia mau mereka jadi
kejutan.
Kucoba menjelaskan tentang Umbridge, tapi dia tidak bisa mengerti. Dia terus
bilang tak seorangpun yang waras yang lebih memilih mempelajari Knarl
daripada Chimera
-- oh, kukira dia tak punya Chimera,' dia menambahkan ketika melihat tampang
terkejut di wajah Harry dan Ron, 'tapi itu bukan karena kurang berusaha, dari
yang dikatakannya tentang betapa sulitnya mendapatkan telur-telur. Aku tak tahu
berapa kali kuberitahu dia dia lebih balik mengikuti rencana Grubbly-Plank,
sejujurnya kukira dia tidak mendengar setengah dari apa yang kukatakan. Dia
sedang dalam suasana hati yang sedikit aneh, kalian tahu. Dia masih tak mau
bilang bagaimana dia mendapatkan semua luka itu.'
Pemunculan kembali Hagrid di meja guru pada makan pagi keesokan harinya
tidak disambut dengan antusiasme dari semua murid. Beberapa, seperti Fred,
George dan Lee, meraung senang dan berlari cepat di gang antara meja-meja
Gryffindor dan Hufflepuff untuk menjabat tangan Hagrid yang besar; yang lain,,
seperti Parvati dan Lavender, saling berpandangan muram dan menggelengkan
kepala mereka. Harry tahu bahwa banyak dari mereka lebih memilih pelajaran-
pelajaran Profesor Grubbly-Plank, dan yang terburuk adalah bahwa suatu bagian
yang sangat kecil dan tidak berat sebelah dalam dirinya tahu bahwa mereka
punya alasan yang bagus: gagasan Grubbly-Plank tentang kelas yang menarik
bukanlah yang memiliki resiko seseorang mungkin terkoyak kepalanya.
Dengan rasa prihatin tertentu Harry, Ron dan Hermione menuju tempat Hagrid
pada hari Selasa, berpakaian tebal melawan dingin. Harry khawatir, bukan hanya
mengenai apa yang mungkin diputuskan Hagrid untuk diajarkan kepada mereka,
tetapi juga mengenai bagaimana isi kelas yang lainnya, terutama Malfoy dan
kroni-kroninya, akan bertingkah laku kalau Umbridge sedang mengawasi
mereka.
Akan tetapi, Penyelidik Tinggi tidak terlihat di manapun selagi mereka berjuang
melalui salju menuju Hagrid, yang berdiri menunggu mereka di tepi Hutan. Dia
tidak menghadirkan pandangan menyakinkan; memar-memar yang berwarna
ungu di hari Sabtu malam itu sekarang dibubuhi warna hijau dan kuning dan
beberapa luka potongnya masih terlihat berdarah. Harry tidak bisa mengerti ini:
apakah Hagrid mungkin telah diserang oleh beberapa makhluk yang bisanya

