Page 514 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 514
-- BAB DUA PULUH DUA --
Rumah Sakit St Mungo untuk Penyakit dan Luka Sihir Harry sangat lega dia
menanggapinya dengan serius sehingga dia tidak ragu-ragu, tetapi langsung
melompat dari tempat tidur, menarik jubah longgarnya dan menekankan
kacamatanya kembali ke hidungnya.
'Weasley, kamu harus ikut juga,' kata Profesor McGonagall.
Mereka mengikuti Profesor McGonagall melewati figur-figur diam dari Neville,
Dean dan Seamus, keluar asrama, menuruni tangga-tangga spiral ke dalam ruang
duduk, melalui lubang potret dan menyusuri koridor Nyonya Gemuk yang
diterangi bulan. Harry merasa seakan-akan kepanikan di dalam dirinya dapat
meluap setiap waktu; dia ingin berlari, berteriak kepada Dumbledore; Mr
Weasley sedang mengalami pendarahan sementara mereka berjalan dengan
tenangnya, dan bagaimana jika taring-taring itu (Harry mencoba keras untuk
tidak berpikir 'taring-taringku') beracun? Mereka melewati Mrs Norris, yang
mengalihkan matanya yang seperti lampu ke arah mereka dan mendesis pelan,
tetapi Profesor McGonagall berkata,
'Shoo!' Mrs Norris menyelinap pergi ke dalam bayangan, dan dalam beberapa
menit mereka telah mencapai gargoyle batu yang menjaga pintu masuk ke kantor
Dumbledore.
'Kumbang Berdesing,' kata Profesor McGonagall.
Gargoyle itu menjadi hidup dan melompat ke samping; dinding di belakangnya
terbelah menjadi dua dan menyingkapkan tangga spiral yang terus berputar ke
atas seperti sebuah eskalator spiral. Ketiganya melangkah ke atas tangga
bergerak; dinding menutup di belakang mereka dengan suara gedebuk dan
mereka bergerak ke atas dalam lingkaran rapat sampai mereka mencapai dinding
kayu ek yang terpelitur halus dengan pengetuk kuningan yang berbentuk seekor
griffin.
Walaupun sudah lewat tengah malam ada suara-suara yang datang dari dalam
ruangan, sejumlah banyak celotehan. Kedengarannya seakan-akan Dumbledore
sedang menjamu sedikitnya selusin orang.
Profesor McGonagall mengetuk tiga kali dengan pengetuk griffin itu dan suara-
suara mendadak berhenti seakan-akan seseorang telah mematikan saklarnya.

