Page 517 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 517

'Kalian mendengarkan?' kata Dumbledore.


               Si penyihir pria mengangguk; yang wanita berkata, 'Tentu saja.'


               'Lelaki itu berambut merah dan berkacamata,' kata Dumbledore. 'Everard, kamu
               harus menyalakan tanda bahaya, pastikan dia ditemukan oleh orang-orang yang
               tepat -


               -'


               Keduanya mengangguk dan berpindah ke samping keluar dari bingkai mereka,
               tetapi bukannya muncul di lukiasn-lukisan tetangganya (seperti yang biasa
               terjadi di Hogwarts) tidak satupun muncul kembali. Salah satu bingkai sekarang
               tidak bingkai apapun kecuali gorden gelap di latar belakang, bingkai yang
               satunya lagi sebuah kursi berlengan yang indah. Harry memperhatikan bahwa
               banyak dari kepala sekolah lainnya di dinding, walaupun mendengkur dan
               meneteskan liur dengan sangat meyakinkan, terus mengintip ke arahnya dari

               bawah kelopak mata mereka, dan dia tiba-tiba mengerti siapa yang sedang
               berbicara ketika mereka mengetuk pintu.

               'Everard dan Dilys adalah dua di antara Kepala Hogwarts yang paling ternama,'


               Dumbledore berkata, sekarang berjalan mengitari Harry, Ron dan Profesor
               McGonagall untuk mendekati burung indah yang sedang tidur di tempat
               bertenggernya di samping pintu. 'Kemashyuran mereka sedemikian rupa

               sehingga keduanya memiliki potret yang bergantung di institusi-institusi sihir
               penting lainnya.

               Karena mereka bebas berpindah antar potret mereka sendiri, mereka dapat

               memberitahu kita apa yang mungkin terjadi di tempat lain ...'

               'Tetapi Mr Weasley dapat berada di mana saja!' kata Harry.


               'Silahkan duduk, kalian bertiga,' kata Dumbledore, seakan-akan Harry tidak
               berbicara sama sekali, 'Everard dan Dilys mungkin tidak akan kembali dalam
               beberapa menit. Profesor McGonagall, jika Anda bersedia mendatangkan kursi-

               kursi tambahan.'

               Profesor McGonagall menarik tongkatnya keluar dari jubah longgarnya dan
               melambaikannya; tiga kursi muncul di udara, dengan sandaran tegak dan terbuat

               dari kayu, sama sekali lain dengan kursi berlengan nyaman dengan kain cita
   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522