Page 518 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 518

dari kayu, sama sekali lain dengan kursi berlengan nyaman dengan kain cita
               yang disihir Dumbledore di acara dengar pendapat Harry. Harry duduk,
               memandangi Dumbledore dari balik bahunya. Dumbledore sekarang sedang
               mengelus kepala Fawkes yang berbulu halus keemasan dengan satu jari. Burung
               phoenix itu terbangun dengan segera. Dia merentangkan kepalanya yang indah
               tinggi-tinggi dan memandangi Dumbledore melalui mata gelap yang cemerlang.


               'Kami akan butuh,' Dumbledore berkata sangat pelan kepada burung itu, 'sebuah
               peringatan.'


               Ada kilasan api dan burung phoenix itu pergi.


               Dumbledore sekarang berjalan ke salah satu instrumen perak yang mudh pecah
               yang kegunaannya belum pernah diketahui Harry, membawanya ke meja
               tulisnya, duduk menghadap mereka lagi dan mengetuknya dengan pelan
               menggunakan ujung tongkatnya.


               Instrumen itu seketika menjadi hidup dengan bunyi denting yang berirama.


               Gumpalan kekil asap hijau muncul dari tabung perak yang amat kecil di
               puncaknya.


               Dumbledore memperhatikan asap itu dengan seksama, alisnya mengerut. Setelah
               beberapa detik, gumpalan-gumpalan kecil tersebut menjadi aliran asap yang kuat
               yang menebal dan bergelung di udara ... kepala seekor ular tumbuh di ujungnya,
               membuka mulut lebar-lebar. Harry mengira-ngira apakan instrumen tersebut
               membenarkan ceritanya: dia melihat dengan tidak sabar kepada Dumbledore
               untuk mencari tanda-tanda bahwa dirinya benar, tetapi Dumbledore tidak
               melihat ke atas.


               'Tentu saja, tentu saja,' gumam Dumbledore tampaknya kepada diri sendiri,
               masih memandangi aliran asap tanpa tanda-tanda keterkejutan sama sekali.
               'Tetapi intisarinya terbagi?'


               Harry sama sekali tidak mengerti arti pertanyaan itu. Akan tetapi, ular berasap
               itu membelah diri seketika menjadi dua ekor ular, keduanya bergelung dan
               bergoyang seperti ombak di udara yang gelap. Dengan pandangan puas yang
               suram, Dumbledore mengetuk instrumen itu sekali lagi dengan tongkatnya:
               bunyi denting semakin pelan dan menghilang dan ular berasap memudar,
               menjadi kabut yang tidak berbentuk dan menghilang.


               Dumbledore mengembalikan instrumen tersebut ke atas meja kecil berkaki
   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523