Page 515 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 515

suara mendadak berhenti seakan-akan seseorang telah mematikan saklarnya.
               Pintu terbuka sendiri dan Profesor McGonagall menuntun Harry dan Ron ke
               dalam.


               Ruangan itu setengah gelap; instrumen-instrumen perak aneh yang terletak di
               atas meja-meja diam dan tidak bergerak bukannya bergolak dan mengeluarkan
               embusan asap seperti yang biasa mereka lakukan; potret-potret para kepala
               sekolah terdahulu yang menutupi dinding-dinding sedang mendengkur dalam
               bingkai mereka. Di balik pintu, seekor butung berwarna merah dan emas
               seukuran angsa tertidur pada tempat bertenggernya dengan kepala di bawah
               sayap.


               'Oh, ternyata Anda, Profesor McGonagall ... dan ... ah.'


               Dumbledore sedang duduk di atas sebuah kursi bersandaran tinggi di belakang
               meja tulisnya; dia mencondongkan badannya ke depan ke dalam cahaya lilin
               yang menerangi kertas-kertas yang terbentang di hadapannya. Dia mengenakan
               jubah longgar berwarna ungu dan emas yang penuh bordiran di atas baju tidur
               seputih salju, tetapi kelihatan belum mengantuk, mata biru cerahnya yang tajam
               menatap Profesor McGonagall.


               'Profesor Dumbledore, Potter mengalami, ... well, mimpi buruk,' kata Profesor
               McGonagall. 'Katanya ...'


               'Itu bukan mimpi buruk,' kata Harry cepat.


               Profesor McGonagall berpaling menatapnya, sedikit merengut.


               'Baiklah, Potter, ceritakan kepada Kepala Sekolah mengenainya.'


               'Aku ... well, aku sedang tidur ...' kata Harry dan, bahkan dalam ketakutan dan
               keputus-asaannya untuk membuat Dumbledore mengerti, dia merasa sedikit
               dongkol bahwa Kepala Sekolah tidak melihat kepadanya, tetapi memeriksa jari-
               jarinya yang dikaitkan. 'Tapi itu bukan mimpi biasa ... itu benar-benar terjadi ...
               aku lihat kejadiannya ...' Dia mengambil napas dalam-dalam, 'Ayah Ron -- Mr
               Weasley -- telah diserang oleh ular raksasa.'


               Kata-kata itu sepertinya bergaung di udara setelah dikatakan, kedengaran sedikit
               konyol, bahkan lucu. Ada jeda di mana Dumbledore menyandar ke belakang dan
               menatap langit-langit sambil merenung. Ron melihat dari Harry ke Dumbledore,
               wajahnya putih dan kelihatan terguncang.
   510   511   512   513   514   515   516   517   518   519   520