Page 846 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 846

'Sirius?' Harry berucap lagi, tetapi lebih pelan sekarang karena dia sudah lebih
               dekat.


               Dia memiliki perasaan teraneh bahwa ada seseorang yang berdiri tepat di
               belakang tudung itu di sisi lain atap melengkung. Sambil mencengkeram
               tongkatnya dengan sangat erat, dia berjalan miring mengitari mimbar, tetapi tak
               ada seorangpun di sana; yang bisa dilihat hanyalah sisi lain tudung hitam
               compang-camping itu.


               'Ayo pergi,' seru Hermione dari tengah tangga batu. 'Ini tidak benar, Harry,
               ayolah, ayo pergi.'


               Dia terdengar takut, jauh lebih takut daripada saat di ruangan tempat semua otak
               itu berenang, walau begitu Harry berpikir atap melengkung itu memiliki sejenis
               keindahan, walaupun sudah tua. Tudung yang berdesir lembut menggugah rasa
               ingin tahunya; dia merasakan kehendak kuat untuk memanjat ke mimbar dan
               berjalan melaluinya.


               'Harry, ayo pergi, OK?' kata Hermione lebih kuat.


               'OK,' dia berkata, tetapi tidak bergerak. Dia baru saja mendengar sesuatu. Ada
               bisikan lemah, suara-suara gumaman yang berasal dari sisi lain tudung itu.


               'Apa yang kau bilang?' dia berkata, dengan sangat keras, sehingga kata-katanya
               menggema ke sekitar bangku-bangku batu itu.


               'Tak seorangpun berbicara, Harry!' kata Hermione, sekarang bergerak lebih
               mendekat kepadanya.


               'Seseorang sedang berbisik di belakang sana,' dia berkata, sambil bergerak
               menjauh dari jangkauannya dan terus merengut ke tudung itu.


               'Kamukah itu, Ron?'


               'Aku di sini, sobat,' kata Ron sambil muncul dari sisi lain atap melengkung itu.


               'Tak bisakah yang lainnya mendengarnya?' Harry menuntut, karena bisikan dan
               gumaman itu semakin kuat, tanpa benar-benar bermaksud meletakkannya di
               sana, dia mendapati kakinya ada di atas mimbar.


               'Aku juga bisa mendengar mereka,' bisik Luna sambil bergabung dengan mereka
               dari sisi lain atap melengkung itu dan menatap tudung yang bergoyang. 'Ada
   841   842   843   844   845   846   847   848   849   850   851