Page 849 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 849

mata Harry menjadi terbiasa dengan kilau cemerlang itu, dia melihat jam-jam
               bersinar dari setiap permukaan, besar dan kecil, jam kakek dan jam kereta,
               bergantungan di ruang antara rak-rak buku atau berada di atas meja-meja tulis
               yang berada di ruangan itu, sehingga suara detik sibuk, terus-menerus mengisi
               tempat itu seperti ribuan langkah kaki kecil yang berderap. Sumber cahaya
               menari-nari secemerlang berlian itu adalah sebuah toples kristal menjulang yang
               berdiri di ujung jauh dari ruangan itu.


               'Lewat sini!'


               Jantung Harry berdebar hebat sekarang setelah dia tahu mereka ada di jalan yang
               benar; dia memimpin jalan menyusuri ruang sempit di antara barisan meja tulis,
               menuju, seperti yang dilakukannya dalam mimpinya, sumber cahaya itu, toples
               kristal yang hampir setinggi dirinya yang terletak di atas sebuah meja tulis dan
               tampak penuh angin yang berombak dan berkilauan.


               'Oh, lihat!' kata Ginny, ketika mereka mendekat, sambil menunjuk ke pusat
               toples itu.


               Melayang-layang di arus berkilauan di dalamnya adalah sebuah telur kecil
               secemerlang permata. Ketika telur itu naik di dalam toples, dia retak membuka
               dan sebuah burung kolibri muncul, yang dibara ke puncak toples itu, tetapi
               ketika burung itu jatuh di dalam cairan itu bulunya menjadi kusut dan lembab
               lagi, dan pada saat dia dibawa ke dasar toples dia telah tertutup sekali lagi di
               dalam telurnya.


               'Jalan terus!' kata Harry dengan tajam, karena Ginny menunjukkan tanda-tanda
               ingin berhenti dan menonton kemajuan telur itu kembali menjadi buurng.


               'Kau berlengah-lengah cukup lama di dekat lengkungan tua itu!' dia berkata
               dengan jengkel, tetapi mengikutinya melewati toples itu ke satu-satunya pintu di
               belakangnya.


               'Ini dia,' Harry berkata lagi, dan jantungnya sekarang berdebar begitu keras dan
               cepat sehingga dia merasa pasti mengganggu ucapannya, 'lewat sini --'


               Dia memandang sekilas kepada mereka semua; mereka sudah mengeluarkan
               tongkat mereka dan mendadak tampak serius dan cemas. Dia memandang
               kembali ke pintu dan mendorongnya. Pintu itu mengayun terbuka.


               Mereka ada di sana, mereka telah menemukan tempatnya: tinggi seperti gereja
               dan penuh dengan rak-rak menjulang yang berisikan bola-bola kaca kecil
   844   845   846   847   848   849   850   851   852   853   854