Page 94 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 94
Ginny cekikian.
'Rapatnya sudah selesai, Dung,' kata Sirius, ketika mereka duduk di sekitarnya di
meja. 'Harry sudah sampai.'
'Eh?' kata Mundungus sambil memandani Harry dengan menakutkan melalui
rambut merah kekuningannya yang kusut. 'Ya ampun, 'emang benar. Yeah ... kau
baik-baik saja, 'Arry?'
'Yeah,' kata Harry.
Mundungus meraba-raba dengan gelisah ke dalam kantongnya, masih menatap
Harry, dan menarik keluar sebuah pipa hitam kusam. Dia memasukkannya ke
dalam mulutnya, menyalakan ujungnya dengan tongkatnya dan mengisapnya
dalam-dalam.
Awan besar dari asap kehijauan yang mengepul mengaburkannya dalam
beberapa detik.
'Utang pe'mohonan maaf padamu,' gerutu sebuah suara dari tengah awan bau itu.
'Untuk terakhir kalinya, Mundungus,' seru Mrs Weasley, 'bisakah kamu tolong
jangan merokok benda itu di dapur, terutama tidak ketika kami sedang bersiap-
siap untuk makan!'
'Ah,' kata Mundungus. 'Benar. Maaf, Molly.'
Awan asap itu menghilang ketika Mundungus memasukkan pipanya kembali ke
dalam kantongnya, tetapi bau tajam kaus kaki terbakar tetap ada.
'Dan kalau kalian mau makan malam sebelum tengah malam aku akan butuh
bantuan,' Mrs Weasley berkata kepada orang-orang dalam ruangan. 'Tidak, kau
bisa tinggal di tempatmu, Harry, kau telah melewati perjalanan panjang.'
'Apa yang bisa kulakukan, Molly?' kata Tonks dengan antusias, sambil
melompat maju.
'Er -- tidak, tidak usah, Tonks, kamu juga beristirahatlah, kamu sudah cukup
membantu hari ini.'
'Tidak, tidak, aku mau membantu!' kata Tonks dengan cerah, sambil

