Page 93 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 93

melompat berdiri.


               'Harry!' Mr Weasley berkata, sambil bergegas maju menyalaminya, dan
               menjabat tangannya dengan bersemangat. 'Senang berjumpa denganmu!'


               Melalui bahunya Harry melihat Bill, yang masih berambut gondrong diikat,
               buru-buru menggulung perkamen panjang yang tertinggal di meja.


               'Perjalananmu menyenangkan, Harry?' Bill berseru, sambil mencoba
               mengumpulkan dua belas perkamen seketika. 'Kalau begitu Mad-Eye tidak
               membuatmu datang melalui Greenland?'


               'Dia mencoba,' kata Tonks sambil berjalan ke arahnya untuk membantu Bill dan
               segera menjatuhkan sebuah lilin ke potongan perkamen terakhir. 'Oh tidak -- sori
               --'


               'Ini, sayang,' kata Mrs Weasley, terdengar putus asa, dan dia memperbaiki
               perkamen itu dengan sebuah lambaian tongkat. Dalam kilatan cahaya yang
               disebabkan oleh mantera Mrs Weasley Harry menangkap sekilas apa yang
               tampak seperti denah bangunan.


               Mrs Weasley telah melihatnya memperhatikan. Dia merenggut denah itu dari
               meja dan menjejalkannyay ke lengan Bill yang telah penuh beban.


               'Benda-benda seperti ini seharusnya langsung dibersihkan pada akhir rapat,' dia
               berkata dengan pedas, sebelum berjalan menuju sebuah lemari kuno tempat dia
               mengeluarkan piring-piring makan malam.


               Bill mengeluarkan tongkatnya, bergumam, 'Evanesco!' dan gulungan-gulungan
               itu menghilang.


               'Duduklah, Harry,' kata Sirius. 'Kau sudah pernah bertemu Mundungus, 'kan?'


               Benda yang dikira Harry tumpukan kain rombeng mengeluarkan dengkuran
               panjang lalu tersentak bangun.


               'Ses'orang panggil namaku?' Mundungus bergumam dengan mengantuk. 'Aku
               s'tuju dengan Sirius ...' Dia mengangkat sebuah tangan yang sangat berbonggol
               ke udara seolah-olah sedang memberi suara, matanya yang terkulai dan merah
               tidak terfokus.


               Ginny cekikian.
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98