Page 943 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 943
Suatu perasaan aneh timbul dalam diri Harry, suatu emosi yang sangat berbeda
dari rasa marah dan duka yang telah memenuhinya sejak kematian Sirius.
Beberapa saat kemudian barulah dia sadar bahwa dia merasa kasihan kepada
Luna.
'Kenapa orang-orang menyembunyikan barang-barangmu?' dia bertanya
kepadanya, sambil merengut.
'Oh ... well ...' dia mengangkat bahu. 'Kukira mereka berpikir aku agak aneh, kau
tahu. Nyatanya, beberapa orang memanggilku "Loony" Lovegood.'
Harry memandangnya dan perasaan kasihan yang baru mendalam agak
menyakitkan.
'Itu bukan alasan bagi mereka untuk mengambil barang-barangmu,' dia berkata
dengan datar. 'Apakah kamu perlu bantuan menemukannya?'
'Oh, tidak,' dia berkata, sambil tersenyum kepadanya. 'Barang-barang itu akan
kembali, selalu begitu pada akhirnya. Hanya saja aku mau berkemas malam ini.
Ngomong-ngomong ... kenapa kamu tidak menghadiri pesta?'
Harry mengangkat bahu. 'Tidak ingin.'
'Tidak,' kata Luna, sambil mengamatinya dengan mata menonjol yang anehnya
kuyu. 'Kukira tidak. Pria itu yang dibunuh para Pelahap Maut adalah ayah
angkatmu, bukan? Ginny bilang padaku.'
Harry mengangguk singkat, tetapi mendapati bahwa karena alasan tertentu dia
tidak keberatan Luna berbicara tentang Sirius. Dia baru saja ingat bahwa Luna
juga bisa melihat Thestral.
'Apakah kamu pernah ...' dia mulai. 'Maksudku, siapa ... apakah seseorang yang
kamu kenal pernah mati?'
'Ya,' kata Luna dengan sederhana, 'ibuku. Dia penyihir yang sangat luar biasa,
kau tahu, tapi dia suka bereksperimen dan salah satu manteranya salah arah
suatu hari.
Aku berumur sembilan tahun.'

