Page 944 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 944

'Aku ikut berduka,' Harry bergumam.


               'Ya, agak mengerikan,' kata Luna dengan nada berbincang-bincang. 'Aku masih
               merasa sangat sedih mengenainya kadang-kadang. Tapi aku masih punya Dad.
               Dan lagipula, bukannya seolah-olah aku tidak akan pernah bertemu Mum lagi,

               benar 'kan?'

               'Er -- bukan begitu?' kata Harry dengan tidak pasti.


               Dia menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya.


               'Oh, ayolah. Kamu mendengar mereka, persis di balik tudung, bukan?'


               'Maksudmu ...'


               'Di ruangan itu yang ada atap melengkungnya. Mereka cuma sembunyi dari
               penglihatan, itu saja. Kau dengar mereka.'


               Mereka saling berpandangan. Luna sedang tersenyum sedikit. Harry tidak tahu
               apa yang harus dikatakan, atau dipikirkan; Luna percaya begitu banyak hal yang
               luar biasa ... namun dia yakin dia juga telah mendengar suara-suara dari balik
               tudung itu.


               'Apakah kamu yakin kamu tidak mau aku membantumu mencari barang-
               barangmu?' katanya.


               'Oh, tidak,' kata Luna. 'Tidak, kukira aku hanya akan turun dan makan sedikit
               puding dan menunggu semuanya muncul ... selalu begitu pada akhirnya ... well,
               semoga liburanmu menyenangkan, Harry.'


               'Yeah ... yeah, kamu juga.'


               Luna berjalan menjauh darinya dan, ketika dia memperhatikannya pergi, dia
               mendapati berat mengerikan dalam perutnya tampaknya telah berkurang sedikit.


               Perjalanan pulang di atas Hogwarts Express keesokan harinya penuh kejadian
               dalam beberapa cara. Pertama-tama Malfoy, Crabbe dan Goyle, yang jelas telah
               menunggu sepanjang minggu mencari peluan guntuk menyerang tanpa
               disaksikan guru-guru, mencoba menyergap Harry tiba-tiba di tengah kereta api
               ketiak dia kembali dari toilet. Penyerangan itu mungkin berhasil kalau bukan
               karena fakta bahwa mereka dengan tidak bijaksana memilih melakukannya tepat
   939   940   941   942   943   944   945   946   947   948   949