Page 440 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 440

KEPING 76




                                Peti Mati












                   angit malam itu berawan. Lantun pengajian dari
                   pengeras suara masjid terdengar sayup dari daerah
           Lpermukiman yang kini hanya merupakan titik-titik

           cahaya dari tempat ia berada. Demi menghindari perjumpaan
           dengan penduduk, sedari tadi Gio berjalan kaki menembus
           ladang, berharap hujan menahan diri untuk tidak mengguyur
           Kampung Batu Luhur. Ia akan masuk ke medan yang tak
           dikenal dan hujan akan semakin menyulitkan.
              Dari cerita Zarah sepintas tentang Bukit Jambul, Gio tahu

           ia akan berhadapan dengan semak rotan. Setelah itu, jika
           beruntung, ia akan menemukan bekas setapak yang dimaksud
           Zarah. Jika tidak, artinya ia harus membuka jalan dalam
           kegelapan untuk mencapai puncak. Zarah bercerita tentang
           puncak bukit yang rata seperti pucuk piramida tumpul. Itulah
           tujuannya malam ini.
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445