Page 445 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 445

Keping 76


             Kell dan Kas diam di tempat.
             “Kamu sudah cek perhitungan terakhir dari Liong?” tanya

           Kas.
             “Belum berubah.” Kell menggeleng pelan. “I just didn’t have
           the heart to say goodbye.”
             “Sama.” Nanar, Kas memandangi motor bebek yang
           ditumpangi Alfa dan Bodhi.

             “Do you know how to pray, Kas?”
             Kas meraba saku kemejanya, tempat setengah bungkus
           kretek dan pemantiknya berada. “Aku cuma tahu bakar sajen.”






           Perjalanannya ke puncak bukit jauh lebih ringan daripada
           dugaannya.  Elevasi  pendakian  begitu  teratur  seolah

           kemiringan bukit itu diatur untuk membentuk sudut yang
           rapi. Jika seseorang membangun tangga di situ, Gio yakin
           pendakiannya tak ubah menaiki anak tangga sebuah piramida.
             Gio  mengamati  vegetasi  di  sekitarnya  mulai  memendek.
           Di atas sana, tidak tampak lagi julangan pohon. “Jambul” yang

           selama ini dilihat orang-orang dari kejauhan ternyata bukan
           berasal dari pepohonan di puncak bukit, melainkan keliling di
           bawahnya.
             Kembali, Gio mematikan senter. Sinar bulan membanjur
           murah hati ke atas puncak bukit yang berupa lapangan kosong.
           Dadanya berangsur menyesak, pandangannya berkunang-



           430
   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450