Page 436 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 436

IntelIgensI embun PagI

              “Stay with me, Root,”  ucap Kell sementara jarumnya
           mengukir kulit Bodhi dengan rapi dan presisi.

              “Kell… ini… terlalu… kuat….” Punggung Bodhi mengayun
           bagai batang padi tertiup angin, hingga akhirnya merebah ke
           sandaran plastik.
              “Just surrender. Let it take you.”
              “Om… mula… anu amalam… om svapna….”  Gumaman

           kata demi kata keluar tertatih dari mulut Bodhi. Kelopak
           matanya bergerak cepat. Bola matanya memutar. “Om mula…
           anu amalam… om svapna… lahari daminikaya… om vajra…
           shabnamboddhi svaha.” Mantra itu seperti ditarik keluar dari
           pelosok terdalam batinnya. Mantra yang tak ia kenal.
              Menit-menit berlalu. Pusaran energi yang berpusat di
           pergelangan kirinya terus mengisap kendali dan kesadarannya.
           Mantra itu mengulang tak terputus dari mulut Bodhi, kadang

           tak lagi berupa suara, hanya erangan dan potongan napas.
           Dalam benaknya, tak ada hal lain selain putaran susunan kata
           yang sama. Punggungnya semakin merosot.
              “Root, try to stay awake… Root….”
              Suara Kell memudar dari pendengaran Bodhi. Kelopak

           matanya mengatup. Yang ia lihat hanyalah garis-garis cahaya.






           Tiga jalur dengan tiga warna yang berbeda membentuk heliks
           yang tak terputus. Perak, emas, dan merah berkilau. Setiap jalur



                                                                 421
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441