Page 536 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 536

IntelIgensI embun PagI

              Ketika Alfa sudah bersekolah, ia menyimpulkan fenomena
           dengungan Dolok Simaung-Maung hanyalah aktivitas mikro-
           seismik. Semacam kasak-kusuk yang terjadi di bagian interior

           Bumi dan tidak sampai terekspresikan ke lapis terluar.
              Hari ini sekeping ingatan dorman dari masa kecilnya
           terdekripsi berkat informasi yang tertransfer lewat Gio, yang
           semakin diperkuat dengan memberikan pengantar tentang
           Dolok Simaung-Maung kepada rekan-rekannya. Alfa ternyata
           sudah mengenali dengung itu. Ia mendengar dengung serupa
           di Bukit Jambul semalam.
              “Kondisi tanahnya bisa jadi beda. Tapi, semua yang kamu
           ceritakan persis karakter Bukit Jambul.” Zarah paling pertama

           berkomentar.
              Liong  menatap  keenam Peretas yang  tersebar acak  di
           ruangan  tanpa  formasi; berdiri, duduk,  meringkuk.  “Portal
           Bukit Jambul adalah portal bulan maka portal cerminnya pasti
           portal heliakal. Aktif waktu matahari terbenam. Tunggu apa
           lagi? Berangkat.”
              “Liong, kamu tahu berapa jauh jarak kampungku dari sini?
           Terpisah laut? Beda pulau? Berapa jam jalan darat untuk bisa
           sampai ke sana? Berapa jam lagi untuk mendaki ke bukit?”
           protes Alfa.
              “Kamu mengharapkan apa, Gelombang?”
              “Intervensi. Apa pun itu artinya. Kalian, apa kek, bikin

           wormhole, permadani terbang….”
              “Kalian ke bandara. Sekarang. Pakai penerbangan
           komersial, seawal mungkin.”


                                                                 521
   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540   541