Page 630 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 630

IntelIgensI embun PagI

           Infiltran. Zaman demi zaman berlalu. Kehadiran mereka
           semua membatu dan memburam bersama fosil, relief, relik,
           hikayat, mitos, dan dongeng mulut ke mulut tentang sebuah

           masa ketika para dewa, kawanan tuhan yang hidup bebas di
           antara manusia, mendemonstrasikan kedigdayaannya secara
           terbuka.
              Alfa menjauhkan wajahnya, menatap Ishtar lurus-lurus.
           “Siapa aku sebenarnya?”
              Ishtar  tak  segera  menjawab,  matanya  menyorot  iba,
           jemarinya membelai pipi Alfa dengan lembut. Geraian
           rambutnya halus menyapu dada Alfa.  “Bayangkan,
           rasanya menjadi aku. Harus memburumu setiap kelahiran.

           Menungguimu di setiap kematian. Mengingatkanmu
           berulang-ulang siapa aku, siapa kamu.  It’s torturing, Love.”
           Dengan ujung telunjuknya, Ishtar mengusap bibir Alfa,
           gemas.  “But I also got to watch you falling in love with me,
           desperately, over and over again.”
                                  37
              “Ishtar, ngae abamen?”  Alfa mengulang, memohon.
              “They stole you from me, Anshargal,”  desis Ishtar. Sesaat
           matanya berkilat oleh murka.






           “KAMPRET!” Teriakan Toni lantang merobek bukit kosong.

           Dolok Simaung-Maung sudah setengahnya mereka daki.

           37  Siapa aku? (bahasa Sumeria).



                                                                 615
   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635