Page 629 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 629

Keping 92


           Bukit Jambul dimanfaatkan untuk konversi Murai, konversi
           Gelombang di Dolok Simaung-Maung akan menggagalkan

           turunnya Peretas Puncak. Siklus ini didesain untuk gagal.
             Gagalnya Hari Terobosan akan mengubah neraca kekuatan
           berpihak kepada Sarvara dalam jangka panjang. Akan butuh
           waktu lama bagi Infiltran untuk bisa kembali mengimbangi
           Sarvara tanpa ketibaan Peretas Puncak.

             Berubahnya peta perimbangan itu bakal menyetel ulang
           kehidupan di muka Bumi. Kembali dari nol. Alfa tertegun.
           Pelukannya melonggar.
             Ishtar mengecupi wajah Alfa bertubi-tubi, seolah hendak
           mengusir lamunan yang tahu-tahu merenggut kekasihnya
           dari kebersamaan mereka. “Love?” panggilnya. Bibirnya yang
           merah dan basah kembali menjemput Alfa.
             Secuplik memori menyambar Alfa lagi. Sebuah zaman. Ia

           adalah bagian dari makhluk-makhluk superior yang dipuja
           karena kekuatan mereka yang menembus batasan dimensi.
           Berbaur dengan manusia, mereka menjadi kawanan tuhan
           yang disembah berdasarkan kapasitas dan karakteristik mereka
           yang unik. Drama kekuasaan yang terjadi saat itu begitu

           menghanyutkan hingga akhirnya mereka lengah. Infiltran
           memanfaatkan kelengahan itu, menyusup jauh ke dalam tanpa
           mengadu kekuatan dengan para Penjaga secara terbuka.
             Bobol berkali-kali dan terjebak dalam komplikasi karmik
           yang mempersulit langkah, akhirnya pihak Penjaga mengubah
           strategi. Mereka mengikuti gaya pertarungan bawah tanah



           614
   624   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634