Page 626 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 626
IntelIgensI embun PagI
pengkhianat yang sebenarnya. Bintang Jatuh dimanfaatkan, sama
seperti mereka semua.
“Aku harus cerita sesuatu. Tentang Alfa,” kata Bodhi lirih,
“sambil kita jalan.”
Wangi bunga musim semi dengan sentuhan kesturi
membanjiri penciumannya. Alfa ingat wangi ini. Wangi yang
ia buru dan tak ketemu-ketemu. Wangi yang membuatnya
mengetes botol-botol parfum di gerai-gerai bandara. Wangi
yang ia khayalkan begitu intens hingga terkadang Alfa merasa
bisa menciptakannya dari udara hampa. Wangi Ishtar yang
menghantuinya sejak pertemuan pertama mereka di New York
terendus berbarengan dengan hangat napas yang menerpa
wajahnya.
Kelopak mata Alfa membuka, menemukan senyum Ishtar
yang dipapar temaram sinar lilin.
“Love,” Ishtar menyapa halus. Wajahnya bergerak mendekat
tanpa aba-aba. Lekuknya mendarat dan melekat, mengisi celah
dan sudut kosong antara tubuh mereka. Bibirnya menemukan
bibir Alfa.
Kehangatan itu tiada banding. Memabukkan. Percampuran
hasrat karnal dan kerinduan yang mengerontang. Alfa
hanyut dalam gelombang demi gelombang kehangatan yang
jauh lebih besar daripada kendalinya, dalam wangi yang
611

