Page 627 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 627
Keping 91
menenggelamkan indranya. Aku ingin begini, selamanya, tak
sanggup melepaskannya pergi.
Kedua tubuh itu bergerak, berbelit, berputar. Koneksi
mereka terasa hingga jauh di bawah permukaan, lebih dalam
daripada sekadar kulit dan tungkai yang bergesekan. Alfa
terputus dari waktu, dari identitasnya, dari penjara fisiknya.
Berputar dalam pusaran dua kualitas energi primordial yang
lebih dari apa pun hanya ingin saling melengkapi. Pencariannya
usai. Tak ada lagi keterpisahan. Ishtar adalah Omega yang ia
nanti.
36
“Ibtilam, ki aĝĝu.”
Ishtar mengangkat wajahnya, tersenyum mendengar
ucapan Alfa. Air mata bahagia menggenang di matanya yang
berbinar. Lengan Ishtar mendaki dan meraih leher Alfa erat,
berkata lembut di telinganya, “One more thing to do, Love.
Conversion.”
Konversi. Kata itu kembali menarik arus informasi. Kilasan
ingatan yang muncul bagaikan kilat-kilat singkat yang
menyambar cakrawala kesadaran Alfa.
Sebuah momen melintas. Ishtar dan dirinya, dalam fisik
yang bukan Alfa Sagala, berdiri berhadapan. Dirinya mengucap
janji untuk menyudahi siksa milenium demi milenium akibat
keterpisahan mereka, yang kian lama kian tak terperi. Siklus
ini akan menjadi siklus terakhirnya. Tak ada lagi Gelombang.
Ia akan menyeberang. Demi Ishtar.
36 Sudah beres, sayangku (bahasa Sumeria).
612

