Page 631 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 631

Keping 92


             “Mpret!” hardik Elektra.  “Jangan keras-keras. Nanti kita
           ketahuan!”

             “Mereka pasti sudah tahu kita datang, Tra,” sahut Bodhi.
             “Gua memang nggak pernah suka sama itu orang. Sok
           tahu. Arogan. Songong,” maki Toni lagi.
             “Kayak siapa, ya?” celetuk Elektra pelan. Cukup untuk
           didengar dirinya sendiri.

             “Kamu nggak kenal dia, Mpret,” sela Bodhi.
             “Apa ngaruhnya lagi kenal atau nggak? Pengkhianat, ya,
           pengkhianat.”
             “Kamu juga ngorbanin gugus kamu,” cetus Elektra lagi.
           Kali ini ia memastikan Toni mendengarnya.
             “Eh. Aku dan Bintang Jatuh nggak jual sekuens ke Sarvara.
           Cuma percepatan yang kami kejar. Bukan menghancurkan
           satu siklus,” tangkis Toni.

             Langkah Zarah ikut melambat. “Kamu bagian dari gugus
           Bintang Jatuh?” tanyanya kepada Toni.
             Mulut  Toni seketika terkunci. Ia tidak yakin siap
           menghadapi ini.







           Anshargal. Nama yang disebut Ishtar mengaktifkan sekeping
           memori Alfa. Sebuah masa kecil. Ia disegani karena campuran
           darahnya. Setengah  dewa, demikian ia dijuluki.  Spesies
           campuran tidak pernah ada yang berhasil sebelum dia.



           616
   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635   636