Page 637 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 637

Keping 92


           yang mengelilingi mereka berangsur menghilang. Temperatur
           hangat yang menyelimutinya anjlok menjadi dingin dan

           berangin.  Langit  mendung  adalah  hal  pertama  yang  dilihat
           Alfa sebelum ia menyadari bahwa bajunya kembali lengkap,
           kakinya bersepatu, memijak tanah berbatu. Sekejap mata,
           lingkungannya berubah. Dolok Simaung-Maung.

             Ishtar, kembali dalam baju putih ketatnya yang kini
           dilapis oleh jubah putih berkilau, melempar senyum sambil
           melenggang ke arah puncak. “All this power is yours, Love. Once
           you’re back to become one of us.”







           Rombongan itu akhirnya berhenti bergerak sama sekali.
           Kelimanya berdiri di pijakan masing-masing.
             “Toni. Kamu pernah kenal ayahku?” tanya Zarah lantang.

             Berat hati,  Toni menggeleng.  “Sebagai Firas aku nggak
           kenal, tapi aku ingat dia sebagai Murai.”
             “Murai... itu kodenya?” Ingatan Zarah langsung terlempar
           ke tebing tempat ia bergantung beberapa saat lalu. Kicauan
           murai yang menemani sepanjang perjuangannya mendaki
           bersama Gio.

             “Aku Foniks. Masih ada tiga yang tersisa. Nggak ada yang
           terbangun, kecuali aku. Dari tiga yang tersisa, aku cuma kenal
           dua. Kesatria. Namanya Re. Dan, Candra,” Toni kemudian
           melirik Bodhi, “Bong.”


           622
   632   633   634   635   636   637   638   639   640   641   642