Page 638 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 638

IntelIgensI embun PagI

              Lutut Bodhi melemas. Bong?
              Re adalah Kesatria. Jelaslah bagi Gio kini. Supernova adalah

           pertalian yang tersisa antara Diva dan Re, antara Bintang Jatuh
           dan ambisinya.
              “Kapan kamu bangun?” tanya Zarah lagi.
              “Tadi pagi,” jawab Toni. “Kalau saja ada waktu, kalau saja
           aku bisa, Zarah… aku….” Dada Toni menyesak.

              “Kamu sebaya denganku, Toni.” Zarah menggeleng. “Kamu
           terbangun sekarang karena memang sudah begitu seharusnya.
           Siapa yang bisa percaya kamu dua belas tahun yang lalu?”
           Siapa yang bisa percaya aku dua belas tahun yang lalu?
              “Aku minta maaf.” Kalimat itu terucap ringkas. Namun,
           seluruh beban hati Toni ada di sana. Ia meminta maaf bukan
           sebagai Toni, melainkan Foniks. Toni tidak bisa berbuat apa-
           apa. Foniks yang seharusnya bisa. Kedua telapaknya mengepal.

           “Makanya, kita harus terus ke atas. Kita harus coba selesaikan
           ini.”
              “Biarpun pasti gagal?” gumam Gio.
              “Jadi pesimis bersuara sumbang nggak ada gunanya buat
           kita saat ini, Gio,” tukas Toni.

              “Di Lembah Urubamba, Peru, aku terbangun pertama kali.
           Upacara Ayahuasca. Luca, Smoking Sun, adalah Infiltran yang
           menginisiasiku,” tutur Gio. “Aku dapat visual tentang hari ini.
           Aku memilih diam karena aku nggak pengin merusak sekuens
           kalian. Semua yang terjadi sejauh ini sesuai dengan apa yang
           kulihat. Satu dari kita pergi dan tidak akan kembali. Turunnya



                                                                 623
   633   634   635   636   637   638   639   640   641   642   643