Page 639 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 639

Keping 92


           Peretas Puncak ke lapisan kandi adalah peristiwa terbesar yang
           kita hadapi, dan itu tidak akan terjadi. Gugus kita tidak berhasil

           bertahan. Pengkhianatan di dalam Asko terlalu banyak. Tanpa
           Alfa, tanpa lima anggota Asko yang menjadi fondasi, Permata
           tidak bisa turun.”
             Penjelasan Gio disambut oleh keheningan. Hanya tiupan
           angin yang masih mendesirkan gesekan daun dan rumput.

             Kebekuan itu mendadak pecah oleh jeritan burung
           bersahutan. Kepakan sayap bergemuruh di atas mereka.
             Kelima orang itu mendongak bersamaan. Langit kelabu
           dipenuhi kawanan burung yang beriringan menghindari
           awan badai. Alam di sekitar mereka tampak menggeliat
           terbangun, waspada, mengantisipasi sebuah peristiwa. Guntur
           bergemuruh dalam, mengirim getaran halus yang terasa hingga
           ke permukaan tanah.

             “Gempa?” bisik Elektra.
             Bersamaan  dengan  itu, terdengar bunyi mendengung.
           Mengalun  panjang,  terkadang  saru, tapi dengan  sedikit
           kecermatan, akan jelas terdengar bahwa dengungan itu bukan
           bagian dari guntur atau angin. Dengungan itu berdiri sendiri.

           Sangkakala yang mengaum dari dalam bukit.
             “Portal… mulai aktif.” Muka Bodhi yang pucat kelihatan
           semakin pias.
             “Kita terlambat,” kata Gio.
             “Taiklah!” teriak Toni. Kaki-kaki kurusnya berlari di atas
           setapak berbatu, mendaki bukit.



           624
   634   635   636   637   638   639   640   641   642   643   644